MATATELINGA, Medan: Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Kehadiran pasar murah ini untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran, guna menyambut bulan suci Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Di samping itu juga dalam upaya mengendalikan tingkat inflasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara.
Pembukaan pasar murah ini dipusatkan di Lapangan Widuri Jalan Bajak 2 , Kelurahan Harjosari 2, Kecamatan Medan yang dilakukan langsung Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Ada 8 jenis produk yang dijual di pasar murah yakni beras, gula, tepung terigu, telur, mentega, kacang tanah, minyak goreng serta aneka sirup.
Diungkapkan Wali Kota, jelang hari besar keagamaan seperti bulan puasa dan hari Raya Idul Fitri, harga kebutuhan pokok, terutama pangan cenderung meningkat sehingga melemahkan daya beli masyarakat, terutama warga kurang mampu. Untuk mengantisipasi hal itulah bilang Wali Kota, Pemko Medan menggelar pasar murah.
"Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah telah kita subsidi sehingga jauh lebih murah dari harga di pasaran. Dengan demikian kita harapkan warga kurang mampu dapat membeli untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam menghadapi bulan puasa. Insya Allah dengan terpenuhinya kebutuhan ini, saudara-saudara kita dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa," kata Wali Kota.
Wali Kota kembali mengingatkan kepada seluruh warga agar tidak membeli bahan kebutuhan pokok secara berlebihan. Pasalnya, stok kebutuhan bahan pokok di Kota Medan cukup sampai tiga bulan ke depan. Di samping itu untuk menghindari terjadinya penimbunan bahan kebutuhan pokok, Wali Kota menegaskan telah membentuk Satgas Ketahanan Pangan.
Dikatakannya, Satgas Ketahanan Pangan ini akan dilantik, Senin (22/5). Mereka akan ditugaskan untuk memantau bahan kebutuhan pokok yang ada di pasaran maupun gudang-gudang distributor di Kota Medan. Hal itu dilakukan agar suplai bahan kebutuhan pokok di pasaran lancar dan tidak terjadi kelangkaan.
"Satgas Ketahanan Pangan ini setiap hari kita minta untuk melaporkan hasil pantauan yang mereka lakukan. Untuk mendukung tugas Satgas Ketahanan Pangan ini, saya mengajak masyarakat turut membantu dengan melaporkan lokasi maupun tempat yang diduga melakukan pemnimbunan bahan kebutuhan pokok. Yang pasti jika terbukti melakukan penimbunan, pelakunya langsung ditindak tegas!" pungkasnya.