Rabu, 29 April 2026 WIB

Janda Beranak Tewas di Dalam kamar Mandi

Admin - Minggu, 23 Oktober 2016 14:09 WIB
Janda Beranak Tewas di Dalam kamar Mandi
google
Matatelinga.com - Kebakaran besar di Labura, mengambil nyawa seorang janda anak satu, Kenanga alias Nona ,34, warga jalan Puskesmas Kel. Tanjungleidong Kec. Kualuh Leidong, Kab.Labuhanbatu Utara (Labura) dengan kondisi terpanggang saat mandi, Sabtu (22/10/2016).

Selain rumah milik korban dilalap sijago merah dan juga api melalap sembilan rumah warga lainnya juga hangus terbakar serta 4 empat rumah lainnya terpaksa harus dihancurkan guna mengantisipasi agar api tidak lagi merambat ke rumah warga lainnya.

Informasi in formasi Matatelinga.com dilapangan, sebelum peristiwa terjadi kebakaran tersebut, korban sedang memasak sekaligus sambil mandi. Di saat itulah api menjalar ke kamar mandi dan naas baginya, korban tidak dapat keluar ruangan tersebut, apalagi api dari LPG terus marak.



Melihat itu, anak korban (belum diketahui nama dan umurnya) sempat berlari keluar rumah dan menjerit meminta pertolongan, apalagi dia melihat api semakin membesar akibat bangunan rumah terbuat dari kayu yang telah mengering.

Sejumlah warga sempat berupaya masuk untuk menyelamatkan korban yang kala itu masih berada di dalam kamar mandi. Tetapi akibat api terus membesar, maka warga terus menyiram bangunan itu dengan alat seadanya, sehingga korban tidak dapat ditolong.

“Api mulai terlihat membesar, karena terlalu banyak bahan yang mudah terbakar, awalnya warga kesulitan memadamkannya,” ujar seorang warga, Ibas (36) dihubungi pertelepon dari Rantauprapat.



Menurutnya, berbagai jenis harta benda berharga milik warga yang rumahnya terbakar, hampir keseluruhan tidak dapat diselamatkan, bahkan ada warga yang terpaksa rela uang sebesar Rp5 juta hangus terbakar.

“Perkiraan kerugian ratusan juta, karena harta benda ludes terbakar karena tidak sempat diselamatkan. Untuk penanganan pemadamnya, turun satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Labura,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kulauh Leidong, AKP Jhoni Tampubolon dikonfirmasi wartawan via selular menerangkan, asal api diduga akibat arus pendek. “Api langsung menyebar karena rata-rata rumah terbuat dari papan,” katanya.

Setelah beberapa waktu dalam upaya pemadaman serta dibantu satu unit mobil pemadam, tetapi satu warga tewas. “Api dapat dipadamkan, namun satu tewas,” ungkapnya.



(Mtc/g)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru