Kodaeral I Hadiri Pelantikan Forwaka Medan
MATATELINGA, Mefan Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), di wakilkan oleh Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan, M.Ha
Berita Sumut
Menurut Purnama Dewi acara diskusi yang
digelar sangat besar manfaatnya. Dia mencontohkan, Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pembelian Tenaga
Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Air Dengan Kapasitas Sampai Dengan 10 MW
(Sepuluh Megawatt) Oleh PT Perusahaan Listrik Negara merupakan hasil
rekomendasi forum diskusi yang dilakukan di
Sumut tentang mini hidro. "Makanya keluhan-keluhan kita tampung lalu kita
sampaikan atau kita tindaklanjuti ke pusat kalau penyelesaiannya ada di tingkat
pusat," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Sumut sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemudahan berusaha di daerah itu. Upaya yang dilakukan khususnya dalam implementasi paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden. Salah satunya adalah penerbitan peraturan daerah (Perda) yakni Perda No 2 Tahun 2015 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.
Kemudian adanya Peraturan Gubernur
No.4 Tahun 2015 tentang Pelimpahan Kewenangan Penerbitan izin Penanaman Modal,
Kewenangan Provinsi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kepada
Kepala Administrator KEK Sei Mangkei.
"Sementara langkah-langkah lain
juga akan dilakukan seperti penggabungan organisasi perangkat daerah
antara BPMP Provinsi Sumut dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi
Sumut," katanya. Langkah itu, sesuai Perpres 97/2014 tentang
Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah dan Rancangan
Revisi Peraturan Pemerintah 41/2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar
Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Ivan Iskandar Batubara menegaskan, para
pengusaha bukan mencari kemudahan kepada pemerintah agar bisa berinvestasi di
Indonesia khususnya Sumut. Namun yang diinginkan pengusaha adalah kejelasan dan
kepastian.
"Angle-nya selama ini salah
adalah seolah-olah kita mencari kemudahan, bukan ini. Kita mau kejelasan saja
dan kepastian terkait biaya, mutu dan waktu serta konsistensi dari peraturan
itu sendiri, itu aja," kata Ivan di dalam forum dialog yang
diselenggarakan Kadin dan Pemprovsu, Rabu (13/4/2016).
Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah lagi aturan itu, sehingga tidak ada kepastian dan pengusaha menjadi korban. "Dari ketidakpastian itu ada pihak-pihak yang diuntungkan, karena tidak ada kepastian tadi ada pihak-pihak yang diuntungkan, itu musuh bersama entrepreneuer. Ini yang harus dilawan," tegasnya.
Menurutnya, peraturan itu
diterbitkan ada menguntungkan satu sisi dan lainnya tetapi merugikan yang lain.
Namun, apakah yang diuntungkan bangsa atau orang-orang tertentu. "Ini yang
harus dikaji dan tugasnya orang akademi. Peraturan ini kepentingan nasional
atau siapa ini, eksploitasi atau investasi ini," tegasnya lagi.
Karena itulah, peraturan daerah yang menghambat laju perjuangan pengusaha kita harus dicabut. Kalau investasi terhambat maka lapangan kerja juga terhambat. "Ini kepentingan lapangan kerja dan kesempatan anak-anak bersama kita. Apalagi saat ini tingkat pengangguran tinggi. Karena itu, kita juga perlu sertifikat kompetensi segera, latih profesional ini mendesak," ungkapnya.
Pihaknya sudah membuat list terkait
perda yang menghambat laju pengusaha. Sekitar 600 perda di Sumut, terutama
perda soal retribusi dan pemungutan biaya genset. "Yang terinventarisir
itu ada 600 di Sumut, karena minta dihapuskan. Kami menilai itu bukan aturan,
tetapi kebijakan yang tidak bijak. Beban biaya genset ini akan dibebankan lagi
kepada harga," imbuhnya.
Jika 600 perda tersebut dicabut,
maka Ivan yakin ada kenyamanan dan kepastian berusaha. "Kita bisa
kompetitif dan berdaya saing, kita mau membangun mall saja harus pakai genset
lalu dikutip retribusi, padahal hak dia sebagai pengusaha tidak diberi. Inikan
tidak logis," tuturnya.
Meski peran pemerintah masih sangat minim, jalanan macet dan listrik kurang, tetapi dari data pusat, pertumbuhan ekonomi di Sumut mencapai 5,7. "Pemerintah masih terseok-seok, meski gubernur dan wali kota terlibat masalah hukum dan tak sempat mengurusi itu, tetapi pengusaha sudah mapan dan mandiri sehingga pertumbuhan ekonomi bisa di atas nasional," tambahnya.
(Mtc)
MATATELINGA, Mefan Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), di wakilkan oleh Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan, M.Ha
Berita Sumut
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) terus belajar dan meningkatkan kompetensi d
Berita Sumut
MATATELINGA, Asahan Dua Kecamatan Enggan kirimkan peserta Jambore Cabang tanpa ada alasan yang jelas, hal tersebut menjadi catatan Kamabica
Lifestyle
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta sinergi yang telah dibangun
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto kembali menerima penghargaan dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas cap
Lifestyle
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara jalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Sumatera Utara dala
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Dua remaja ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Baru karena nekat mencuri sepeda motor anggota Satpol PP.Kapolse
Berita Sumut
MATATELINGA,SimalungunSebuah momen bersejarah dan penuh keharuan terjadi di Jembatan Bah Bolum, Huta VIII Kampung Gereja dan Huta IX Saribu
Lifestyle
MATATELINGA,Rantauprapat Prakiraan cuaca sepekan kedepan, hujan masih berpotensi terjadi di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.Hal ini terjad
Berita Sumut
MATATELINGA, Batubara Polda Sumatera Utara melalui Satresnarkoba Polres Batu Bara bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap empat kasus pe
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Uta
Lifestyle
MATATELINGA, T.Tinggi Rumah pribadi salah seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebingtinggi, yang berada diduga di Jal
Berita Sumut