Matatelinga.com, Penjabat Wali Kota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP menilai sangat diperlukan
sinergitas aktif dari semua pihak untuk mengatasi banjir kiriman yang selalu
melanda Kota Medan, terutama pada saat hujan deras berlangsung lama di kawasan
hulu.
“Artinya tidak hanya Pemko Medan saja yang
berbuat, tapi harus mendapat respon aktif dari Badan Wilayah Sungai (BWS) dan
Pemkab Deliserdang yang wilayahnya bersebelahan dengan Medan,” kata Randiman
kepada wartawan di rumah dinas Wali Kota Jalan Sudirman, Selasa (9/2/2016).
Randiman menilai, banjir yang terjadi di kawasan
Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Johor dan Medan Maimun
akibat sungai yang mengaliri kawasan itu tidak mampu mengaliri derasnya luapan
air dari hulu karena hujan yang cukup lama.
Dari kondisi ini, sebut Randiman,
sejatinya BWS secara rutin melakukan normalisasi secara rutin terhadap sungai
di Medan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab instansinya. Sehingga mampu
menampung luapan air ketika hujan deras terjadi kawasan hulu. Lagipula Pemko
tidak memiliki kapasitas terhadap aliran sungai itu.
Pj Wali Kota mencontohkan terjadinya
banjir di kawasan Helvetia ketika hujan deras mengguyur Medan, Senin kemarin,
berdasarkan informasi dari Dinas Bina marga Kota Medan menyebutkan bahwa,
Kementerian Pekerjaan Umum ada membuat dua aliran crossing di jalan negara yang
sedang dibangun. Hanya saja dalam prosesnya belum terkoneksi ke Sungai Bederah
yang berada di dekat lokasi. Akibatnya air menggenangi sekitar perumahan
Helvetia. “Karenanya
kita akan segera mencarikan jalan keluarnya,” kata Randiman.
Begitu juga dengan Kabupaten Deliserdang dan Karo.
Menurut Randiman kedua wilayah ini harus bekerjasama dengan Medan guna
mengatasi banjir kiriman yang kerap terjadi. Kabupaten
Karo misalnya, lanjut Randiman diharapkan memiliki program terpadu menjaga
kesinambungan hutan di sekitar daerah aliran sungai yang mengalir ke Medan,
sehingga ketika hujan deras tidak bercampur dengan erosi serta lumpur. Begitu
juga dengan Deliserdang yang wilayahnya berdampingan untuk tidak menutup
aliran sungai yang menuju kawasan itu untuk sampai ke laut.
“Kalau tidak ini akan jadi masalah
besar. Maka dari itu dibutuhkan kerjasama dan sinergi dengan semua pihak
terkait bersama masyarakat,” ujarnya.
Randiman mengakui program gotong
royong yang dilaksanakan secara rutin sejak memimpin Kota Medan bulan Oktober
2015 lalu, dinilai sangat efektif untuk mengelimir terjadinya genangan air
ketika hujan terjadi. Seperti di seputaran Lapangan Merdeka, Jalan
Denai, Karya Kasih, Medan Labuhan dan lain sebagainya untuk saaat ini persoalan
genangan bisa diatasi berkat gotong royong lintas SKPD yang diterapkan Pj
Walikota selama memimpin.
“Saya mengakui saat ini tinggal
menghitung hari memimpin Kota Medan. Walaupun demikian akan melaksakan gotong
royong itu, meski masa bertugas tinggal satu hari lagi,” tegas Randiman.
Yang penting, ungkapnya, gotong
royong dan program yang dilaksanakan dalam menata kota menjadi landasan yang
baik untuk dilanjutkan pejabat Walikota Medan terpilih untuk menjadikan Kota
Medan menjadi lebih maju, modren dan religius.
Dalam kesempatan itu, Pj Walikota
mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama
di saluran drainase. “Itu makanya dibutuhkan sinergi dengan daerah terkait dan
juga dengan masyarakat,” kata Randiman.
Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Zulkarnain menjelaskan bahwa program
strategis Pemko Medan adalah mengoptimalkan sistem drainase kota, sehingga
mampu menampung debit air hujan untuk dialirkan ke drainase skunder dan primer
yang ada di Medan.
(Mtc)