Matatelinga.com, Isak dan tangis seorang ibu bocah tak terbendung lagi. Pasalnya, tangan anaknya Luis ,4, warga Jl Ayahnda Kec.Medan Petisah digiling mesin tebu. Dengan kejadian tersebut, mengundang perhatian warga yang sedang berbelanja, Senin (1/2).
Kemudian pasangan Febrina Boru simanjuntak dan Denni Sitorus dilarukan ke rumah Sakit Royal Prima Jl Ayahnda Medan, untuk dilakukan pengobatan dengan derita dialami bocah tersebut.
Setelah satu jam mendapat perawatan di rumah sakit Royal Prima, tangan bocah tersebut harus di anputasi lengan kirinya. Hal tersebut dibenarkan oleh ibunya Febriani pada wartawan Selasa (2/2/2016) dinihari.
Informasi Matatelinga.com dilapangan, saat itu bocah malang ini bermain digerobak es tebu milik Sri ,19, meski sudah dilarang sudah berulang kali dilarang, namun bocah tersebut tetap bermain dengan mesin penggiling besi tebu. Secara tiba tiba tanpa disadari oleh pemilik tebu dan Ibu korban, Luis histeris menangis tangannya masuk ke mesin penggiling. Ibu Luis yang sedang mengobrol saat itu histeris dan langsung mematikan mesin penggiling tebu tersebut
Naas, tangan kiri luis yang masih rentan itu langsung remuk. Warga yang melihat kejadian itu pun langsung meramaikan lokasi, kasihan melihat bocah malang itu.
" tadi sudah saya larang, tapi tetap aja dia main didekat penggiling tebu yang masih hidup. Pas aku lagi melayani pembeli, tiba tiba tangan bocah sudah masuk kedalam penggiling tebu. Aku juga histeris melihat itu, " kata Sri penjual es tebu.
Sementara, Luis tampak menangis dalam dekapan ibunya saat sejumlah warga mencoba membongkar mesin penggiling tebu tersebut yang menjepit tangannya.
Akhirnya setelah dilakukan upaya, mesin penggiling tebu berhasil dibongkar dan Luis langsung diboyong berikut penggiling tebu yang masih melekat ditanganya menuju RS Sri Ratu untuk mengeluarkan tangan bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak ini dari cekaman penggiling tebu.
" anaknya memang agak lasak, tapi juga saya dengar sudah dilarang oleh penjual es tebu itu, tapi karena lusi masih suka main main, tidak didengarkannya. Sampai tangannya di masukkannya kedalam mesin penggiling tebu itu, " ujar Yeni.
Sementara, bocah malang itu masih di tangani dokter secara insentif di RS Sri Ratu. Kemudian dirujuk ke rumah sakit Royal Prima.
(Mtc)