MATATELINGA, Asahan :Lebih dari 350 warga masyarakat kelurahan Kisaran Timur dan simpatisan warga sekitar bubuhkan tanda tangan diatas spanduk yang bertuliskan " Kami warga masyarakat dan seluruh warga masyarakat Kisaran Timur, menolak penutupan / pemagaran jalan" , Kamis (10/10/2024).
BACAJUGA
Aksi yang dilakukan warga masyarakat dan simpatisan warga kelurahan Kisaran Timur kecamatan Kisaran Timur, ramai ramai bubuhkan tanda tangan untuk penolakan penutupan dan penagaran jajan disamping lahan eks.Pasar Kisaran, hal tersebut disampaikan oleh Willi (29) dan Veronika (45) warga jalan Sokat Ali kelurahan Kisaran Timur dengan mengatakan rencana pemagaran dan penutupan jalan Solat Ali tersebut yang dilakukan pengembangan untuk pembangunan saat ini mendapat protes dari warga masyarakat sekitar dan simpatisan warga sekitar, alasan penolakan tersebut diantaranya warga di belakang Pasar Kisaran ini banyak pedagang yang setiap malam mencari nafkah dengan berjualan makanan dan mereka dipastikan membawa gerobak steling jualan yang didorong dengan melewati jalan Solat Ali menuju jalan Imam Bonjol Kisaran, dan banyak warga masyarakat dari jalan SM.Raja yang hendak ke jalan Imam Bonjol dan lain sebagainya di inti kota ini bila mengambil jalan potong akan melewati jalan Solat Ali, nah kalau di ruas jalan ini dipagar maka warga akan susah dalam mencari nafkah, terlebih lagi jalan Sokat Ali ini merupakan jalan yang telah dibangun Pemkab Asahan dengan menggunakan anggaran dari APBD Asahan beberapa tahun lalu.
Willy dan Veronika juga mengatakan kami warga masyarakat yang tinggal di kampung ini menolak rencana penutupan dan pemagaran jalan dimaksud, terlebih lagi saat ini warga masyarakat sudah memohon adanya pemblokiran SHM atas lahan eks Pasar Kisaran yang saat ini dikuasai oleh Mariyam alias Ayen warga setempat.
[br]
Menurut cerita orang tua kami, dulunya lahan eks Pasar Kisaran ini merupakan bekas terminal di tengah kota ini dan merupakan asset Pemerintah Kabupaten Asahan dan kini telah beralih ke perorangan atas nama Mariyam alias Ayen, sungguh sangat gampang ya mengalihkan asset Pemerintah kepada seseorang tanpa melalui prosedur yang sebenarnya ,
dan kami bersama warga yang lain tetap menolak pemagaran dan penutupan jalan Solat Ali ini, dan kami warga masyarakat disini juga meminta BPN Asahan untuk tidak lagi melakukan pengukuran ulang, serta pihak pihak lain untuk tidak memberikan dan mengeluarkan perijinan terkait rencana pemagaran dan penutupan jalan dimaksud , pungkasnya (ben/dieks)