Matatelinga.com, Warga yang bermukim di Jl Zainul Arifin atau yang lebih dikenal dengan
sebutan Kampung Kubur, Petisah Tengah, Medan Petisah mendadak heboh,
Minggu (7/6/2015) pagi. Pasalnya, dua kubu pemuda yang berlainan kelompok
terlibat cekcok diduga karena masalah sepele, terkait adanya kasus
pemukulan antar remaja yang terjadidi
kampung padat penduduk tersebut.
Saat peristiwa terjadi, kedua
kelompok pemuda yang datang dari berbagai gang sempit nyaris melakukan
aksi saling bacok. Mereka terlebih dahulu tegang urat di tengah gang
sempit, tak jauh dari Jl Air Langga. Mendengar jeritan dan teriakan para
pemuda, sejumlah ibu-ibu rumahtangga yang baru saja bangun pagi sontak
heboh. Mereka pun turut histeris melihat puluhan pemuda membawa balok
dan senjata tajam.
"Karen, keluar kau dari rumah. Aku siap mati
ngadapi kau ya. Udah siap tangan ku berdarah untuk kau," teriak Rival ,22, remaja yang sempat dianiaya oleh Karen ,23. sembari memegang
sebuah pisau panjang. Mendengar hal itu, Karen yang tengah berada di
dalam rumah lantas keluar. Tak hanya Karen, keluarganya pun turut
membela Karen. "Kau Rival, kau kira aku takut. Siapa yang salah,"
tantang Karen di hadapan puluhan warga yang sudah berkumpul.
Karena
situasi makin memanas, para orang di kampung tersebut mencoba memisahkan. Mereka
menarik Karen dan Rival untuk membicarakan persoalan ini dengan
baik-baik. "Cemana aku gak marah. Dia udah mukuli aku sama dua kawannya.
Aku enggak ada salah," tutur Rival yang pagi itu mengenakan kaos hitam
bergambar Bob Marley. Meskipun Rival meronta, Karen juga turut meronta.
Sontak,
kakak-kakak senior Rival naik pitam dan nyaris menebaskan pisau panjang
ke arah Karen. "Kelen ini apa-apan. Kalian satu kampung. Jangan
begadoh. Malu kalau tau orang luar," teriak sejumlah ibu-ibu rumahtangga
sembari melerai pertikaian. Hampir 40 menit terlibat cekcok, Rival pun
ditarik ke rumah salah satu tokoh pemuda di Kampung Kubur bernama Rosyid ,35,. Di sana, Rival diminta tenang. Namun karena sudah kesal, Rival
berulangkali meminta agar Karen menemui dirinya secara gentlemen.
"Aku
enggak tau kenapa dia dan kawan-kawannya mukuli aku. Pas aku lewat, dia
langsung menendang aku," tutur Rival sembari meracau. Tokoh pemuda
setempat yang juga kakak senior Rival mengaku sangat menyayangkan
insiden ini. "Kami pun sebenarnya gimana ya, ini udah bolak-balik
kejadiannya," tutur tokoh pemuda setempat bernama Rosyid. Pria bertopi
hitam ini menjelaskan, memang Karen kerap mencari masalah.
Hampir setengah jam berdiskusi, pria berkulit
hitam ini lantas keluar dan pergi meninggalkan rumah Rosyid. Pantauan di
lokasi, saat peristiwa terjadi, para tetua kampung berjaga-jaga di
sekitar rumahnya. Mereka mengantisipasi adanya kemungkinan bentrok
susulan, mengingat kedua kubu sudah saling membawa label organisasi.
(Mt)