Kamis, 16 Juli 2026 WIB
Pengungsi

Puluhan Pengungsi Warga Myanmar Menderita Sakit

Admin - Sabtu, 16 Mei 2015 19:07 WIB
Puluhan Pengungsi Warga Myanmar Menderita Sakit
Hendra
Matatelinga.com, Hingga hari ini pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh yang terapung di perairan Sumatera masih berada di aula Kantor Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sabtu (16/5/2015).

Puluhan pengungsi jatuh sakit dan harus di rawat di puskesmas setempat.

Sedikitnya 21 orang pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh harus dilarikan dan dirawat di puskesmas Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Para pengungsi ini menderita luka disekujur tubuhnya akibat benturan dengan benda keras saat berada di kapal.

Selain itu, kelaparan dan dehidrasi juga menyebabkan para pengungsi menderita sejumlah penyakit seperti penyakit lambung dan maag.

Dokter puskesmas, Indra mengatakan, pada umumnya, pengungsi menderita penyakit maag, hal ini dikarenakan habisnya bahan makanan saat pengunsi berada di tengah laut.

"Mereka kehabisan makanan, sehingga menyebabkan lambung dan maag," jelasnya.

Seluruh pengungsi yang menderita sakit, lanjut dia, akan dirawat secara intensif di puskesmas hingga kondisi mereka benar-benar stabil.

"Kita akan terus berikan perawatan, sebab kondisi mereka terlihat lemah," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Myanmar dan Bangladesh ini mengungsi dari negaranya sekitar 900 orang dengan mengunakan tiga belas perahu tongkang.

Para pengungsi juga telah terkatung - katung ditengah laut sekitar tiga bulan sepuluh hari tanpa ada bekal makanan.

Mereka hanya mengharap makanan dari para nelayan yang mereka jumpai dengan memberikan ikan hasil tangkapan mereka.

Ironisnya, dari 900 orang pengungsi dari dua negara ini, hampir sekitar 200 pengungsi sudah meninggal di tengah laut karena kelaparan.
 
Hingga sore tadi, jumlah pengungsi dari dua negara Myanmar dan Bangladesh masih berada di ruang aula kantor camat Kecamtan Pangkalan Susu, Kabupaten Langat dengan jumlah pengungsi sudah mencapai 107 pengungsi yang terdiri dari kaum laiki laki- perempuan dan anak - anak.

Pihak Pemerintah Kabupaten Langkat, TNI dan Polri masih menunggu pihak imigrasi terkait keberadaan 107 pengungsi tersebut.

Namun untuk makanan dan pakaian para pengungsi hingga kini masih terus mengalir dari para warga dan donatur.



(Mt/Hendra)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru