Minggu, 28 Juni 2026 WIB
ambruk, matatelinga.com

Pendopo Kampung Nelayan Roboh, Beras Raskin 700 KK Ikut Terendam

Admin - Rabu, 11 Maret 2015 20:35 WIB
BELAWAN - Matatelinga,  Pendopo dikawasan Kampung Nelayan Seberang Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan atau tempat petemuan Masyarakat pada Rabu ( 11/3/2015) pagi sekitar pukul 07.00 roboh kelaut.

Namun kejadian ini mengakibatkan beras raskin sebanyak 4,5 ton yang akan dibagikan kepada 700 warga miskin yang ada dikawasan itu terendam air laut , namun warga tetap mengambilnya dengan alasan beras tersebut sangat mereka butuhkan untuk anak anak mereka  .

Keterangan Kepala Lingkungan setempat , Sabaruddin , beras sebanyak 4,5 ton tersebut baru datang semalam Selasa  10 Maret 2015 sekitar pukul 17.00 wib dari kantor Lurah Belawan I Kecamatan Medan Belawan  untuk dibagikan kepada warga miskin yang ada dikawasan itu .

Karena hari sudah malam maka rencanan hari Rabu 11 Maret 2015 pagi beras tersebut dibagikan kepada warga , tapi pagi harinya sekitar pukul 07.00 pendopo yang dijadikan tempat penyimpanan beras raskin itu roboh kelaut dan berasnya terendam air lalut .

Walau beras tersebut air lalu warga masih antusias dan berbondong bondong mengambilnya untuk dimasak dan dimakan oleh keluarga mereka yang sangat membutuhkannya  .

Masih keterangan Sabaruddin , Pendopo ini dulunya  dibangun oleh Almarhum Raja Inal Siregar ketika beliau menjabat Gubenur Propinsi Sumatera Utara  ketika itu . Robohnya Pendopo atau tempat pertemuan warga ini akibat tiang tiangnya keropos akibat dimakan usia  .

Untuk itu saya selaku perwakilan warga di Kampung nelayan Seberng Kelurahan Belawan I Keamatan Medan Belawan Kota Madya Medan ini minta kepada Bapak Gubenur Propinsi Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho  dan Bapak Waliota Medan H Drs zulmi Eldin segera membangun kembali pendopo kami yang rubuh ini agar kami bisa berkumpul kembali didalam pendopo ini .

Pengamatan wartawan , beras sebanyak 4,5 ton yang terendam air laut dan asin ini pada Rabu pagi terus dibagikan kepada warga yang membutuhkan , seperti keterangan salah seorang warga Ibu Asih ( 60) mereka terpaksa mengambilnya untuk dimasak untuk anak dan cucu cucunya .

Ibu Asing mengatakan pada pgi sekitar pukul 06.00 lewat kami merasa terkejut karena adanya suara yang geuruh ditempat kami ini dan ketika anak anak kmi keluar rumah dan melihatnya bahwa suara tadi berasal dari pendopo kami yang roboh kelaut.


(Mt/Hendrik)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru