Kamis, 16 Juli 2026 WIB

Berantas Perundungan, Kemenkes RI Bersama RS Adam Malik dan FK USU Gelar Kolaborasi

Redaksi - Kamis, 16 Juli 2026 18:00 WIB
Berantas Perundungan, Kemenkes RI Bersama RS Adam Malik dan FK USU Gelar Kolaborasi
Kemenkes RI saat berdialog di Aula RS Adam Malik dengan pihak RS Adam Malik dan perwakilan FK USU. -

MATATELINGA, Medan : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama RS Adam Malik dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus mendorong kolaborasi. Kolaborasi kali ini terkait pemberantasan perundungan terhadap peserta didik di rumah sakit. Hal ini diutarakan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kemenkes RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dalam Monitoring dan Evaluasi Rumah Sakit Pendidikan di RS Adam Malik, Rabu (15/7/2026) siang.
Dirjen Keslan dr. Azhar juga menegaskan bahwa pentingnya kemitraan antara RS Adam Malik sebagai Rumah Sakit Pendidikan dengan FK USU selaku penyelenggara pendidikan. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik selama menjalani pendidikan di rumah sakit. "Kemitraan antara RS Adam Malik dan FK USU diharapkan bisa berjalan dengan baik untuk menghasilkan dokter-dokter terbaik. Proses yang ada di sini sangat penting," tegas Dirjen ya

ng di gekar di Aula Gedung Administrasi RS Adam Malik.
Atas hal itu, Kemenkes RI sudah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah kasus perundungan tersebut. Dimana hal iti, memberikan efek jera terhadap pelaku perundungan. "Kemenkes sangat menolak yang namanya perundungan. Saat ini, kami telah pencatatan terhadap setiap tindakan pelaku kekerasan dan perundungan secara terintegrasi. Dengan sistem ini, kita bisa melacak setiap pelaku perundungan dan kekerasan, dan ke depannya tidak akan dikeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) selama kurun waktu tertentu," ucap Dirjen Keslan dr. Azhar tersebut.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) menyatakan komitmen RS Adam Malik untuk mencegah terjadinya kasus perundungan. "Dalam perkuliahan, ada materi tentang tidak boleh perundungan. Bahkan, di area rumah sakit juga ada banyak banner untuk informasi pelaporan perundungan. Namun itu tetap terjadi, karena mereka tidak dekat dengan kita (dokter senior). Jadi harus kita perbaiki bersama-sama," tutur Direktur Utama RS Adam Malik itu.
Atas kegiatan itu, Dirjen Keslan dr. Azhar juga membuka dialog keoada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang sedang menjalani pendidikan di RS Adam Malik.
Kegiatan itu turut dihadiri Dekan FK USU Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.O.G, Subsp.K.Fm, Inspektur Investigasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Albertus Agus Windarto, SE, MM, CFrA, serta Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes. (Mtc/edi). -

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit
Kuba Mengalami Pemadaman Listrik Total, Coba Anda Bayangkan
RS Adam Malik Hadirkan Layanan EVAR untuk Penanganan Penyakit Pembuluh Darah
Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan
Walau Tidak Memiliki Identitas dan Keluarga, RS Adam Malik Tetap Rawat Pasien
Wagub Surya Dukung Pembangunan 217 Tower Transmisi PLN Langkat-Medan
 
Komentar
 
Berita Terbaru