MATATELINGA, Medan:Segala cara para bandar dan jaringannya melakukan peredaran narkoba untuk memperoleh keuntungan yang besar. Seperti kandang ayam dan Bebek dijadikan tempat transaksi dan diketahui oleh Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, berkat laporan masyarakat.
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, kata kiasan itu dilontarkan terhadap jaringan narkoba. Bahkan sampai pun tetap ketahuan dan diburu, sehingga tidak ada lagi tempat aman bagi para pelaku narkoba untuk melakukan kegiatan terlarangnya.
Berbagai cara dan modus dilakukan para pelaku narkoba dalam menjalankan bisnis haramnya. Seperti di Jalan Denai Gang Jati, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area. Para pelaku narkoba menyulap kandang ayam dan bebek menjadi lapak penyalahgunaan dan transaksi narkoba jenis sabu-sabu.
Perburuan terhadap para pelaku narkoba terus dilancarkan Sat Res Narkoba Polrestabes Medan.Hasilnya tiga pria diduga pelaku narkoba diamankan, dan sebanyak 4 paket sabu siap edar disita sebagai barang bukti.
Penggerebekan dipimpin Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha bersama para kanit di Satres Narkoba Polrestabes Medan.
Hal itu dibenarkan Kompol Rafli Yusuf Nugraha dalam keterangannya kepada awak media via aplikasi Whatshapp Kamis (14/5/2026) malam.
Dia menyatakan terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga dan hasil menelusuran petugas di lapangan bahwa lokasi kandang unggas (ayam dan bebek) tersebut diduga keras menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan itu lanjut Rafli, petugas bergegas ke lokasi yang sudah ditargetkan.
Setibanya di lokasi, petugas melihat tiga pria masing-masing ZS (30), AFS (18), dan AS (53) diduga mau transaksi narkoba. Ketiganya langsung diamankan tanpa perlawanan.
"Ada tiga orang diamankan. Empat paket sabu disita dengan berat sekitar 0,60 gram," ujarnya.