"MTQ salah satu wadah mendalami arti, makna, dan keindahan Al-Qur'an. Oleh karenanya, mari kita jadikan MTQ ini sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita, serta untuk merekatkan tali silaturahmi antar umat beragama," tuturnya.
Melalui Hamdani Wesly berharap, bahwa kegiatan MTQ ini kita harapkan menjadi salah satu langkah penguatan dan pendalaman nilai-nilai agama bagi generasi muda dan masyarakat, serta dapat memberikan motivasi dalam memahami kandungan dan makna Al-Qur'an.
"Untuk para peserta qari dan qariah, saya ucapkan selamat mengikuti. Kepada panitia Kecamatan Siantar Sitalasari, semoga tetap semangat membimbing para peserta," sebutnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia yakni Lurah Bah Sorma Fernando menyampaikan, pelaksanaan MTQ selama dua hari dengan jumlah peserta 176 orang.
Ketua LPTQ Pematang
siantar Hamzah Fanshuri Damanik, dalam perspektifnya, MTQ
bukan sekadar kompetisi, namun sebagai kaderisasi keumatan.
"Momentum kaderisasi keumatan, konkretnya adalah kita menciptakan kecintaan terhadap Al Qur'an bagi anak-anak, dan nantinya akan memperbaiki peradaban kita menjadi generasi yang Qur'ani," tuturnya.
Sebelum pem
bukaan MTQ, Plt Camat Siantar Sitalasari Suradi dan jajaran lurah melepas peserta Pawai MTQN dari Madrasah Bukit Makmur, menuju Masjid Nurul Huda Blok III dengan berjalan kaki. Pawai diikuti BKMT, Wanita Islam, siswa-siswi madrasah, dan warga.
Acara dimeriahkan penampilan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Siantar Sitalasari, dan Tarian Tortor Simalungun oleh murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pematang
siantar.(sip)