Sabtu, 18 Juli 2026 WIB

Gubernur Sumut Wajib Intervensi Bedah Rumah Di Madina

Magrifatulloh - Selasa, 28 Oktober 2025 16:52 WIB
Gubernur Sumut Wajib Intervensi Bedah Rumah Di Madina

Program bedah rumah pemerintah, yang lebih dikenal sebagaiBantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),adalahprogram dari Kementerian PUPR atau dariPerumahan dan Kawasan Permukiman (perkim) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH).Program ini menyediakan bantuan dana yang dibagi untuk bahan bangunan dan upah tukang, dengan jumlah bantuan yang bervariasi tergantung tingkat kerusakan rumah.

Anggaran bedah rumah tahun ini ditampung pada anggaran dinas perkim provinsi sumatera Utara untuk kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga:
Salah satu peserta bedah rumah di Madina yang tidak disebut namanya menyampaikan kepada media ini hingga kini belum ada realisasi.

"Sudah beberapakali rapat dan beberapa kali buka rekening namun hingga kini belum ada realisasi padahal sudah tiga bulan buka rekening di bank Sumut. Kendalanya ntah dimana" ungkapnya

Disampaikan juga, pada musyawarah para peserta bedah rumah bersama pengurus bedah rumah provinsi berulang kali disampaikan swadaya peserta yang dimiliki bisa digantikan dengan material lain, namun ini tidak bisa.

" Jangankan buka rekening yang sudah berulang kali dilaksanakan ditambah lagi penentuan toko yang sudah berapa kali berganti. Memang sudah ada instruksi untuk pembongkaran rumah lama namun tidak diketahui pasti kapan apak dibangun kembali, bayangkan tiga bulan yang lalu sudah tertunda-tunda " sambungnya

Baca Juga:
Ditambahkannya, mereka (para peserta rumah ) menerima daftar dan harga barang yang akan diterima dari toko material padahal kebutuhan setiap peserta rumah beda kebutuhan dan swadaya.

" Lucu memang, kami seakan terintimidasi dan tidak merdeka. Ini hal kami para peserta tapi seakan terjajah. Percuma musyawarah itu dilaksanakan berulang kali. Contohnya, saya punya bahan pasir dan sekitaran rumah saya ada sungai dan pasir itu jadi bahagian swadaya, kami diberikan daftar pasir dengan harga 200 rupiah per kubik. Pasir itukan bisa saya ganti dengan material lain. Daftar harga itu juga tidak masuk akal, jauh lebih mahal dari yang seharusnya. Kami faham, jangan seperti itu caranya, ajak kami komunikasi jikalau harus kami berikan bonus mohon maaf jikalau salah. Anggaran negara jangan dimainkan dan wajib berpihak untuk rakyat. Jangan kecewakan rakyat kecil"tambahnya

Pintanya, Gubernur Sumut Bobby Nasution harus dengar keluhan dan turun tangan/intervensi para peserta bedah rumah di Madina.

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
RDP Molor di Komisi IV DPRD  Lailatul Badri Ingatkan Disiplin OPD Pemko Medan
Besok, Ribuan Massa Demo TUTUP TPL di Parmaksian
Momentum Sumpah Pemuda Robi Barus Ajak Anak Muda Medan Dalam Pembangunan Kota
Imigrasi Belawan Gelar Upacara Sumpah Pemuda
Yos A Tarigan Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Kejari Madina, Generasi Muda Adhyaksa Harus Berani Jadi Pelopor Perubahan
KNPI Madina Hadiri dan sukses kan upacara Hari Sumpah Pemuda
 
Komentar
 
Berita Terbaru