Senin, 21 September 2026 WIB

Ditelantarkan dan Diancam Tembak Bhayangkari Polres Pakpak Bharat Ngadu ke Kapolda Sumut

Redaksi - Rabu, 06 Agustus 2025 18:42 WIB
Ditelantarkan dan Diancam Tembak Bhayangkari Polres Pakpak Bharat Ngadu ke Kapolda Sumut
Matatelinga
HU Boru Panjaitan perlihatkan bukti pengaduannya kepada Kapolda Sumut

MATATELINGA, Medan : Seorang anggota Bhayangkari Polres Pakpak Bharat bernama HU Boru Panjaitan (32) mengadu kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Dia tidak terima dengan perlakuan suaminya, Brigadir FN terhadap dirinya. Sejak mereka menikah pada 2002 lalu, HU Boru Panjaitan mengaku tidak pernah diberi nafkah. Padahal, suaminya itu memiliki gaji pokok, maupun tunjangan sebagai anggota Polri.

Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan setiap hanya, HU berwira usaha laundry pakaian yang sudah diusahainya sejak sebelum menikah.

Dalam pengaduannya itu dia memohon perlindungan hukum atas perbuatan suaminya. "Dia ini suami saya, tidak pernah menafkahi saya selama masa pernikahan," sebut HU Boru Panjaitan, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga:

Dia menduga, suaminya memiliki kebiasaan bermain game. Uang yang seharusnya diberikan kepada istri untuk keperluan rumah tangga, malah habis digunakan ke yang tidak penting.

"Dia ini (FN) sering melakukan perjudian, game online dan juga menjalani hubungan dengan wanita lain," tuturnya.

HU Boru Panjaitan telah menikah dengan Brigadir FN sejak tahun 2022 lalu.

Selama 3 tahun HU tidak diizinkan bersosialisasi ke Bhayangkari bersama istri-istri Polisi lainnya.

Belakangan terkuak, ternyata hal itu diduga untuk menutupi kelakuan sang suami diluar. Parahnya lagi, lanjut HU, pernah diancam akan ditembak oleh FN. Ancaman diduga dilakukan FN agar istrinya tidak mengadu ke Propam maupun atasannya.

"Kemudian, setelah kami cekcok di dalam rumah tangga, dia (FN) ini juga pernah mengancam menembak saya menggunakan pistol dinas," katanya.

HU dan FN saat ini sudah pisah ranjang kurang lebih selama 4 bulan dan sedang berproses bercerai ke pengadilan.

Dia menyebut, suaminya itu manipulatif dan penuh kebohongan karena kepada rekan kerjanya menjelekkan HU.

Baca Juga:

Karena itu, HU berharap Polda Sumut menindak tegas Brigpol FN. Dia khawatir ditembak atau dianiaya setelah melaporkan perlakuan suaminya ke Kapolda.

Akibat diperlakukan kurang baik, HU mengaku stres hingga sempat mendatangi psikiater. "Saat ini saya merasa terancam dan saya mengalami ganguan psikis. Bahkan, saya juga pernah konseling ke psikologi karena saya merasa trauma," ungkapnya.

"Saya Mohon kepada Kapolda agar melindungi saya, karena yang bersangkutan masih bertugas di Polres Pakpak Bharat. Saya takut jika bertemu lagi dengan yang bersangkutan. Untuk itu, saya meminta ke Kapolda Sumut agar yang bersangkutan dipindahkan dari Polres Pakpak Bharat. Karena jika yang bersangkutan masih bertugas disana, saya merasa terancam," lirihnya.

Informasi diperoleh menyebutkan, kedua belah pihak sudah pernah melakukan mediasi, namun tidak pernah mencapai kesepakatan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon mengaku, pihaknya sudah menerima aduan HU Boru Panjaitan.

Dia menyebut pihaknya akan menindaklanjuti aduan istri personel polisi tersebut.

"Kita cek dulu aduannya. Yang jelas akan ditindaklanjuti," tandasnya.

Baca Juga:
Halaman:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Polres Simalungun Tegaskan Tidak Ada Rekayasa Penangkapan, Buktikan Komitmen Profesional Pemberantasan Narkoba
"Bokis" Pengedar Sabhu Dibekuk Opsnal Polsek Air Batu
Polres Labusel Reka Ulang Perampokan Sawit Disertai Pembunuhan di Silangkitang
Polrestabes Medan Perkuat Langkah Memerangi Narkoba di Wilayah Hukumnya
4,28 Gram Sabu Antarkan Gopul Ke Penjara
Selisih Paham Abang Adik Kandung Berakhir di Polsek Siantar Selatan
 
Komentar
 
Berita Terbaru