Rabu, 29 April 2026 WIB

Centeng Kebun Dibantai, Dtikami 7 Liang, Pelaku Dibekuk Polres Labusel

Yasmir - Sabtu, 14 Juni 2025 20:41 WIB
Centeng Kebun Dibantai, Dtikami 7 Liang, Pelaku Dibekuk Polres Labusel
Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat korban
MATATELINGA, Labusel :Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel), berhasil mengungkapkan kasus pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.



"Masih kita kembangkan," ujar Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring Muham melalui Kasat Reskrim, AKP Endang R Ginting, Sabtu (14/6/2025) malam.

Dia mengakui, pihaknya sudah mengungkap kasus kematian yang dialami korban Anto alias Tomok (59) yang ditemukan di Perladangan Kebun Kelapa Sawit Dusun Tanjung Beringin Desa Binanga Dua Kecamatan Silangkitang, Labusel pada Jumat (13/6/2025) siang lalu.


Namun, AKP Endang belum bersedia memberikan keterangan lebih detail, karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

"Sabar ya, masih dalam pemeriksaan. Nanti, perkembangannya kita sampaikan," tandasnya.


[br]

Sebelumnya, jasad korban warga Dusun Pernantian, Desa Binangadua, Kecamatan Silangkitang Labusel itu ditemukan di bawah tumpukan pelepah sawit.

Korban tewas diduga disebabkan penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang.

Kematian korban diketahui setelah istrinya pada Kamis (12/6/2025) merasa suaminya tidak pulang lalu menceritakan ke kadus hingga ke kepolisian.

Setelah melakukan pencarian, jasad korban kemudian ditemukan di kebun kelapa sawit milik Lukito, Dusun Tanjung Beringin Desa Binanga Dua, Silangkitang Labusel dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi badan telungkup.

Dalam kasus ini, Satuan Reskrim Polres Labusel telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di sekujur tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam dan tusuk. Korban mengalami sekitar 7 luka tusuk.

Di TKP juga ditemukan dokumen dan uang, handphone (HP) dan sepatu serta sepeda motor.



Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru