Rabu, 29 April 2026 WIB

Aktifis LSM Labuhanbatu Buka Suara: Tiga Pasang Calon Bupati / Wakil Bupati Minim Ide dan Gagasan Memperbaiki Persoalan Masyarakan

Yasmir - Jumat, 22 November 2024 14:04 WIB
Aktifis LSM Labuhanbatu Buka Suara: Tiga Pasang Calon Bupati / Wakil Bupati Minim Ide dan Gagasan Memperbaiki Persoalan Masyarakan
Aktifis LSM di Labuhanbatu, Ishak.
MATATELINGA, Rantauprapat : Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), memberikan pandangan terkait visi, misi dan program dari tiga calon bupati / wakil bupati, yang ikut sebagai peserta dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Urara tahun 2024, yang akan digelar pada Rabu (27/11/2024) mendatang.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Ekonomi/dpd-lpm-kota-medan-wujudkan-sdm-kreatif-dan-inovatif


"Mencermati kampanye dan debat terbuka tiga calon Bupati / Wakil Bupati Labuhanbatu, saya berpandangan tidak ada satupun membawakan visi, misi dan program kerja lima tahun kedepan, yang benar-benar akan menyuarakan perbaikan persoalan masyarakat", ucap Ishak, salah seorang aktifis LSM di Labuhanbatu, kepada "matatelinga.com, Jumat (22/11/2024) pagi di Rantauprapat.


Menurut Ishak, dirinya kecewa dengan partai politik. Karena katanya, untuk kali ini, tiga calon pasangan bupati / wakil bupati, semunya berasal dari partai poltik. Tidak ada calon ondependen.

Kenapa saya kecewa, lanjutnya dengan nada bertanya. Iya, kecewalah. Karena dari tiga pasang calon kepala daerah itu, tidak ada yang membawakan visi, misi, program kerja, yang akan menjawab persoalan masyarakat ditingkat bawah.

[br]

Katanya, dari tiga pasang calon yang akan dipilih rakyat ini, semuanya berasal dari partai politik belum layak memimpin daerah ini. Alasannya, karena dari dua kali debat, ketiganya tidak tampak dalam penyampaian visi, misi dan program yang ditawarkan, untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat didesa-desa, maupun diperkotaan, serta sekitar perkebunan.

"Materi debat tidak menjawab persoalan masyarakat. Yang hari ini, sebahagian diantara penduduk Labuhanbatu, berada dibawah garis kemiskinan. Persoalan tanah, konflik agraria misalnya, tidak ada satupun yang menyentuhnya. Padahal, tanpa tanah, manusia tidak bisa hidup", urai Ishak yang selalu mendampingi rakyat dalam memperjuangkan hak-haknya.

Begitu juga ujarnya, masalah upah buruh. Masih ada perusahaan didaerah ini memberikan upah kepada pekerjanya belum layak. Mengapa ini bisa terjadi ? Perusahaan mungkin banyak persoalan. Salah satunya, mungkin perusahaan dibebani dengan berbagai kutipan sejumlah uang yang tidak jelas kegunaannya. Hal ini, seharusnya, terlihat didalam visi, misi dan dan program lima tahun kedepan. Bagaimana upaya / solusi mengatasi hal ini.

Jadi kalau kita cermati, pesan-pesan yang disampaikan selama kampanye, maupun pada dua kali debat, dari tiga calon pasangan bupati / wakil bupati, minim dengan ide dan gagasan.


[br]


Memang kata Ishak, ketiga calon bupati / wakil bupati, ada menyoroti masalah upaya pembinaan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). "UMKM tanpa pembeli tidak ada gunanya. Dia akan bangkrut juga", tambah Ishak.

Jadi tegasnya, ide dan gagasan yang disampaikan para calon pemimpin Labuhanbaru tersebut, kosong semuanya. Nggak menjawab persoalan masyarakat.

"Kita berharap kedepannya, para calon yang akanL disodorkam partai politik kepada masyarakat , benar-benar melalui seleksi yang ketat. Tidak seperti saat ini, para calon "dadakan", tiba-tiba muncul, tidak jelas rekam jejaknya", tegasnya.

Ishak mengumpamakan, "Pilkada 2024 ini sebagai Pilkada gelap". Nggak usah kita berharap, hasil dari Pilkada ini, akan membawa perubahan. Karena kita juga tidak ada mendengar dari calon, terkait CSR (Corporate Social Responsibility) - yaitu tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.ini tidak muncul dalam pesan-pesan kampanye maupun pada saat debat terbuka. Bagama pemanfaatan dana CSR tersebut.

Dia juga menyebutkan,.selama kampanye dan debat terbuka, dia tidak mendengar dari para calon, terkait dengan program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat). Seperti kita tahu, pemerintah pusat sudah membentuk lembaga yang namanyaBadan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dilembaga ini, banyak dana untuk PSR. Sementara kita tahu, dana PSR itu belum pernah kita dengar, turun ke Labuhanbatu.

Bagaimana mungkin, Pemerintah Kabupaten Labuhanvatu akan mengembangkan UMKM. Siapa konsumen afau pembelinya. Kalau kesejahteraan buruh tidak disentuh. Kesejahteraan petani tidak diperhatikan. Kesejahteraan pengemydua beca tidak terkover dalam program kerja.

Ditambahkannya, kita pesimis dengan ketiga calon pasangan bupati / wakil bupati. Karena tidak terlihat adanya upaya menyentuh persoalan-persoalan rakyat.

Kemudian katanya, kita juga tidak mendengar adanya upaya perbaikan pelayan publik. Seperti dibidang pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Begitu juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menghadapu bonus demografi tahun 2045. Apa upaya yang akan dilakukan, kita tidak mendengarnya.

Menghadapi Pilkada serentak tahun 2024 ini, yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari, Ishak beppesan kepada masyarakat. Jadilah pemilih cerdas. Hindari politik pragmaris / politik transaksional. Hindari dan awasi politik uang (money politik). "Jangan karena uang, kita korbankan masa depan anak cucu kita untuk beberapa periode kedepan", ucapnya. (yasmir)





Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru