Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Isu Pakai Senpi, Masinton-Mahmud: Framing Jahat

- Senin, 11 November 2024 20:03 WIB
Isu Pakai Senpi, Masinton-Mahmud: Framing Jahat
Matatelinga.com
Timbul Panggabean, selaku ketua tim Pemenangan Masinton-Mahmud (Tengah).
MATATELINGA, Tapteng: Beredarnya isu tim pasangan calon (Paslon) Masinton-Mahmud keluarkan senjata api (senpi) saat kekisruhan debat publik Pilkada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) disinyalir adalah framing tak objektif.


Framing atau isu yang disajikan melalui media massa atau media sosial sengaja untuk mempengaruhi masyarakat. Isu ini dianggap merusak pencitraan Masinton-Mahmud di Pilkada Tapteng 2024.

Beberapa hal perlu diklarifikasi oleh tim pemenangan Masinton-Mahmud, salah satunya memastikan bila tim Masinton-Mahmud tak pernah menggunakan senpi saat kegiatan politik terutama di debat.


[br]

Ketua tim pemenangan Masinton-Mahmud, Timbul Panggabean berharap Kapolres Tapteng dapat menjawab isu yang beredar soal penggunaan senpi saat proses debat publik Paslon.

"Agar tak liar informasinya lalu digoreng-goreng oknum tertentu, Kapolres harus periksa bersangkutan kalau terbukti bersalah. Kita pastikan oknum dituduh itu pengawal pribadi (walpri) Masinton diutus Polres," kata Timbul Panggabean selaku ketua tim pemenangan Masinton-Mahmud baru-baru ini.

"Setahu kita juga bawah Walpri Masinton tersebut selama ini berperilaku baik dan selalu disiplin mengawal pak Masinton kemana pun, sopan dan menjalankan tugas sungguh-sungguh," tambahnya.

[br]

Diakui Timbul, anggota Polri yang diutus Polres Tapteng untuk mengawal Paslon Masinton-Mahmud berjumlah 4 orang. "Pengawal pribadi Masinton 2 orang dan untuk Mahmud 2 orang," sebut Timbul.

Sementara, Kapolres Tapteng, AKBP Basa Emden Banjarnahor mengakui isu beredar soal anggotanya berinisial R mengeluarkan senpi tidaklah benar.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan juga analisa video sebagai tambahan barang bukti, memastikan bersangkutan tidak menggunakan senpi investaris seperti dituduhkan saat proses debat publik.

"Saat terjadi keributan pada ruang debat, personil kita tersebut berada dibarisan belakang pendukung yang berusaha maju kedepan. Namun, dia terjatuh yang menyebabkan handphonenya pecah dan pinggangnya terasa sakit," jelasnya.

"Saat dia memegang pinggang, personil tersebut seolah-olah mau mengeluarkan senpi seperti yang dilihat salah satu tim pendukung dan salah satu Paslon. Oleh sebab itu, kami tegaskan personil tidak memiliki senpi," lanjut Kapolres.



Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru