Bobby Nasution Minta Persiapan MTQ ke-40 Sumut Dimatangkan Hingga Detail Teknis
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution di dampingi OPD, menerima audiensi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an (LPTQ) provinsi
Berita Sumut
MEMBACA keluh kesah dan keresahan Dewi Antika Sari Manalu di dinding akun Facebook-nya, ternyata menjadi titik awal ia bangkit dan berkomitmen untuk mengubah nasibnya. Ia diperhadapkan pada masalah berat ditengah keterbatasan keuangannya, Dewi Antika harus membayar ganti rugi mobil yang ringsek dan sepeda motor pemberian seorang ustadz harus turun mesin.
Oleh : James P. Pardede
Masalah berat itu ia alami di tahun 2018 lalu, sepeda motor pemberian Ummi hampir tergadai demi biaya ganti rugi mobil orang. Gaji guru honor juga belum keluar. Di tengah situasi dan kepanikan itu, Dewi Antika melakukan eksperimen pembuatan sabun dari daun kelor. Eksperimen pembuatan sabun dari daun kelor ia pelajari lewat Youtube.
Berhasil melakukan eksperimen, Dewi menamai usahanya dengan nama DW NAZHIIF, pelan tapi pasti Dewi bisa mengumpulkan uang dari penjualan sabun daun kelor. Ia juga tetap bersemangat dan rela mencuci mobil orang sampai kulit kaki kena kutu air dan pecah-pecah.
"Kalau ingat perjuangan saya merintis usaha sabun daun kelor ini, saya sering menangis dan berdoa dalam hati kiranya Allah mengubah nasibku. Alhamdulillah setelah DW NAZHIIF berkembang, bengkel suamiku pun ikut berkembang," kenangnya.
Selain menghadapi masalah berat, Dewi Antika Sari Manalu juga punya sakit kulit atau alergi yang tak kunjung sembuh, eksperimen manfaat daun kelor ia coba ke diri sendiri. Alhamdulillah, 2 tahun eksperimen dan uji coba ke diri sendiri, ternyata sakit kulit yang ia alami sembuh.
"Saya mendirikan DW NAZHIIF juga sebenarnya karena saya ingin cari ayah kandung saya sendiri, tapi sampai sekarang belum juga bertemu," katanya.
Dalam perjalanan bisnisnya, Dewi Antika mulai memanfaatkan teknologi digital dan menjual sabun daun kelor lewat akun WA dan media sosial. Itu semua ia jalani dengan penuh sukacita dan semangat pantang menyerah.
"Saya mulai kenal JNE saat pesanan online mulai bermunculan. Dimana pengiriman produk sabun daun kelor ke pelanggan menggunakan jasa pengiriman JNE. Kemudian, atas tawaran teman Prastio Cahyadi, saya diajak bergabung ke Koperasi Syariah, setelah beberapa bulan bergabung ditawarin sekolah bisnis JNE. Alhamdulillah, setelah ikut pendidikan di sekolah bisnis JNE, saya semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha sabun daun kelor ini," tandasnya.
Membina Reseler
Ibu tiga anak ini menyampaikan, sabun daun kelor produksi DW NAZHIIF sudah masuk ke Plaza Pesona Nusantara JNE, koperasi Bank Indonesia,dan ke toko Kimiaku Jaya Kimia di Jalan Mentimun Medan Denai.
"Sabun daun kelor juga sudah pernah masuk ke negara Dubai dan Australia membantu orang yang kena jerawat punggung dan alergi bisa sembuh," paparnya.
Setelah semakin sibuk mengurus DW NAZHIIF dan pemasaran sabun daun kelor, Dewi Antika memutuskan untuk mundur dari profesi guru honorer dan fokus membina reseler yang sudah ada di Langkat, Kerinci, Mandailing Natal dan Medan.
"Untuk bahan baku sabun daun kelor, ada yang saya tanam sendiri, ada juga pemasoknya dari tetangga dan warga setempat," tegasnya.
Menurut Ketua DPW UKM IKM Nusantara, Binsar M Simatupang, UMKM dianggap menjadi salah satu sektor usaha yang paling strategis. Karenanya, UMKM diminta untuk bisa terus bertahan dan berjuang agar dapat melangsungkan bisnisnya.
Salah satu masalah serius yang kini dihadapi para UMKM adalah mengenai perubahan perilaku konsumen. Seperti diketahui, sejak pandemi menghantam negeri ini, pola belanja tak lagi secara konvensional atau offline, melainkan online.
Dengan adanya fenomena perubahan tersebut, otomatis UMKM dituntut untuk bisa cepat beradaptasi mengikuti perubahan tren penjualan dengan memanfatkan ragam jaringan, salah satunya media sosial untuk berjualan produk-produknya.
Namun demikian, lanjut Binsar Simatupang dalam berjualan online tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam bermedia sosial saja, banyak hal lain yang harus dipenuhi UMKM agar produknya yang hanya dapat dilihat via online namun tak dapat disentuh dan dilihat secara langsung tersebut, dapat mengundang pembeli.
Kepala Cabang JNE Medan Fikri Alhaq Fachryana dalam sebuah kesemptan mengatakan bahwa jika UMKM ingin bertahan di kondisi sulit, mereka harus siap merambah ke platform digital, dan kesulitan paling utama yang dialami hampir semua sama, yakni masalah memasarkan produk tersebut, dan dimana akan menjualnya.
Untuk itu Fikri menekankan bahwa penting bagi para pelaku UMKM itu mengetahui siapa, apa produk atau jasa yang ditawarkan, bagaimana izinnya, siapa yang perlu tahu produk dan jasanya, bagaimana cara masyarakat tahu produk tersebut dan kemudian mengapa masyarakat harus peduli dengan produk atau jasa yang ditawarkan.
“Pemasaran paling efektif memang dari mulut ke mulut. Akan tetapi saat ini dunia digital juga tak kalah penting. Kita butuh marketing tools supaya informasi tentang produk yang dijual bisa tepat sasaran dan jelas,” katanya.
Tampilan Visual Harus Menarik
Setelah memiliki produk yang akan dijual, langkah selanjutnya menurut Fikri adalah membuat deskripsi singkat, padat, jelas, dan mudah diingat orang.
“Juga jangan lupa, apa yang menjadi perbedaan produk yang UMKM jual dengan milik orang lain. Di era digital ini kita harus lebih spesifik, untuk itu dalam mendeskripsikan produk, harus memperhatikan teknik copywriting, kalau tidak akan kalah. Tidak kalah penting tampilan visual juga harus menarik. Pasalnya, ketika sudah masuk ke dunia online, yang ditawarkan pasti akan bersaing dengan produk orang lain. Jika tidak memiliki visual yang menarik, maka produk kita tidak akan dilirik," tandasnya.
Dengan latarbelakang yang kompleks tersebut, kata Fikri JNE Medan terpanggil untuk lebih fokus memberikan bukti nyata dalam mendukung UMKM Sumatera Utara. Seperti filosofi yang diajarkan pendiri JNE 'Semangat untuk berbagi, semangat untuk memacu kreativitas dan prestasi. Pendiri JNE Almarhum H. Soeprapto dengan sikapnya membantu orang lain berhasil menjadi pemacu semangat bagi seluruh karyawan JNE dalam berbagi kebahagiaan 'Connecting Happines" dengan sesama, khususnya UMKM.
Pajar Jaya selaku Marketing Officer JNE Medan mengakui bahwa untuk membangkitkan semangat dan motivasi UMKM, JNE melakukan pendampingan UMKM dalam agenda sekolah bisnis online seller dan Digital Marketing.
"Sudah banyak UMKM yang mengikuti sekolah bisnis ini dan sudah banyak komunitas UMKM Medan yang ikut serta seperti IWAPI, IPAMI, Koperasi UMKM Syariah Sumut. Materi yang diberikan berupa management pengelolaan bisnis versi UMKM, pengelolaan keuangan versi UMKM dan digital marketing produk yang dihasilkan UMKM," paparnya.
Tidak hanya sekolah bisnis JNE, lanjut Pajar, program yang JNE lakukan untuk mengenalkan produk UMKM yang tergabung dalam Plaza Pesona Nusantara diantaranya pemasaran secara online dan offline, online seperti pemasaran di media sosial intagram dan shopee serta platform lainnya.
"Penjualan secara offline, UMKM diikutsertakan dalam bazar dan pameran yang diselenggarakan di Kota Medan atau tempat lainnya. Untuk pengiriman produknya, UMKM yang teah menjadi binaan JNE Medan mendapatkan diskon pengiriman baran sebesar 10%," tandasnya.
Pajar Jaya menambahkan JNE memiliki komunitas partner UMKM yang didalam komunitas tersebut banyak UMKM yang memiliki produk yang potensial (layak kirim keluar kota) dan siap untuk menjadi UMKM yang melek digital, ini menjadi peluang yang sangat baik bagi JNE dalam menemukan UMKM kategori naik kelas.
"Itu sebabnya, kita selalu memberikan motivasi dan semangati UMKM agar nge-gasss terus semangat kreativitasnya," tegasnya.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution di dampingi OPD, menerima audiensi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an (LPTQ) provinsi
Berita Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menghadiri rapat arahan Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi setinggitingginya kepada tiga pilar pelayanan masyarakat
Lifestyle
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Direktur PT AnNisa Utama Muhammad Arif Nasution berkomitmen menghadirk
Berita Sumut
MATATELINGA, Simalungun Rapat Harungguan yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB, di Balai Nagori Bandar Rej
Lifestyle
MATATELINGA, Medan Tenggat waktu banding Kompol Dedi Kurniawan (DK) tinggal tujuh hari. Jika hingga hari ke21 pascaputusan Pemberhentian T
Berita Sumut
MATATELINGA,Malintang Jae Pelaksanaan penyerahan dokumen hasil putusan Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara sesuai peringatan Pengadila
Berita Sumut
MATATELINGA, Labura Lakimin Sihotang, 46,warga Dusun Harian Timur, Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, se
Berita Sumut
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas permukiman yang layak huni, terja
Berita Sumut
MATATELINGA, Tj.balai Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan bersama Tim Gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan sek
Berita Sumut
MATATELINGA, Madina Desakan warga makin menguat agar kepemimpinan di institusi pendidikan Islam GUPPI Malintang segera berganti. Amir Mahmu
Berita Sumut
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya saat menjadi Narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun
Berita Sumut