Rabu, 29 April 2026 WIB

Sudah Dianggarkan Namun Diprotes Pemerintah Desa

Pintor Maruli - Selasa, 28 November 2023 12:43 WIB
Sudah Dianggarkan Namun Diprotes Pemerintah Desa
Matatelinga.com
MATATELINGA, Toba :: Banyak pemerintah desa di Kecamatan Silaen menyayangkan pengeluaran anggaran dana desa yang tidak tepat sasaran. Seperti desa Panindii, Sibide, Parsambilan dan desa lainnya.

BACAJUGA



Mereka menyayangkan beberapa jenis biaya sosialisasi yang dianggap mubazir seperti biaya sosialisasi Stunting, biaya PKK dan biaya Iva test.


" Coba kalau biaya sebesar 5 juta itu langsung beli makanan penunjang untuk anak stunting, pasti lebih bermanfaat dan tepat sasaran, ketimbang biaya sosialisasi" terang beberapa perangkat desa saat diskusi di sebuah warung di Napitupulu, Senin (27/11/2023).

Camat dianggap tidak perlu sebagai narasumber karena bukan keahliannya. Namun anggaran sudah disetujui kepala desa seperti yang tertera di RAB Desa bidang pemberdayaan.

Dalam anggaran dana desa, Camat dan beberapa narasumber lainnya dikategorikan sebagai tenaga ahli, profesi, konsultan atau narasumber dalam kegiatan itu, karena anggaran untuk honorarium narasumber Rp. 400.000/jam, moderator Rp. 150.000/jam dan ada juga bervariasi hingga Rp. 600.000/jam.


[br]

"Kalau untuk kegiatan sosialisasi tidaksalah camat sebagai narasumber karena jabatannya seperti di stunting, camat sebagai ketua tim percepatan penurunan stunting tingkat kecamatan, iva test dan PKK karena camat sebagai ketua dewan pembina TP. PKK kecamatan Siaen" terang camat Silaen Moses Simanjuntak melalui pesan singakat, Selasa, (28/11/2023).




Pantauan awak media dibeberapa desa di Kecamatan Silaen beberapa waktu lalu, camat Silaen Moses Simanjuntak tetap sebagai narasumber di setiap kegiatan sosialisasi dan memiliki dua jam setiap kegiatan sebesar Rp. 800.000/2 jam.

Sosialisasi PKK dan Iva test mereka keluhkan juga walau sudah dianggarkan dan disetujui kepala desa. "Seharusnya ketua PKK dan dinas kesehatan yang lebih berperan dan bukan malah camat" terang mereka BN.

[br]

Sama seperti sosialisasi Iva test.
"Iva test sudah dilakukan di puskesmas Silaen dan kenapa dibuat lagi di desa. Dimana kendala Iva test itu? Lebih baik kita menyuruh warga ke puskes atau minta dinas kesehatan datang ke desa agar lebih efektif" terang salah seorang perangkat desa yang namanya tidak mau dituliskan.


Para perangkat desa dan Kepala Desa mengeluhkan anggaran yang menurut mereka sia-sia namun mereka setujui dan dilakukan tapi mereka menyoroti peran kehadiran camat di setiap sosialisasi.

Presiden Jokowi pernah melakukan kritik yang sama. Presiden menyoroti biaya stunting 10 milyar tetapi kebanyakan biaya sosialisasi, perjalanan dinas dan lainnya yang seharusnya tidak boleh seperti itu. Sementara beli makanan tambahan hanya 2 milyar dan presiden menganggap jika penanganan stunting tidak tepat sasaran.

Akankah pemerintah desa bisa bekerja tanpa tekanan dari camat atau lainnya dalam penganggaran? Atau kegiatan sosialisasi tetap dilakukan walaupun ujungnya dikritik? MTC/Yin
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru