Rabu, 29 April 2026 WIB

Mahasiswa Sumut Tewas di Bali, Ketua PB-PASU Bilang Ini

Syamsir - Jumat, 24 November 2023 11:51 WIB
Mahasiswa Sumut Tewas di Bali,  Ketua PB-PASU Bilang Ini
Matatelinga.com
Eka Putra Zakran
MATATELINGA, Medan : Belum lama ini berita terkait mahasiswa asal Siborong-borong Tapanuli Utara yang meninggal di kostnya dalam keadaan luka sekucur tubuh viral di sosial media dan media maxtrim.

Orang tua korban dan kakak korban pun terlihat menangis historis yang mengetahui korban meninggal dalam keadaan luka sekucur tubuhnya.

Diberita sebelumnya mahasiswa yang meninggal dalam keadaan luka sekucur tubuhnya itu bernama Aldi Sahilatua Nababan. Korban kuliah di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Bandung, Bali.

Namun dibalik kematian korban dalam keadaan luka sekucur tubuhnya menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga, meski pihak kepolisian menyimpulkan korban meninggal bunuh diri.

[br]

Menurut ibu korban anaknya meninggal karena dibunuh orang misterius, sehingga ibu korban membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Medan untuk di otopsi.

Dengan ini Ibu korban beserta seluruh keluarga berharap misteri meninggalnya korban dapat terungkap.



Terkait misterius meninggalnya mahasiswa asal Siborong-borong yang dibunuh orang misterius menurut ibu korban, Ketua PB-PASU angkat bicara.

Kematian misterius Aldi Sihalatua Nababan ini harus diungkap secara serius dan objektif. Aparat kepolisian tak boleh menyimpulkan peristiwa ini tanpa melakukan uji forensik.

"Harapan saya kematian mengenaskan ini harus diuji secara ilmiah, diuji forensik dong, jangan cepat menyimpulkan," harap Ketua PB-PASU yang akrab disapa Epza, Kamis 23 November 2023.


[br]

Dikatakan Epza, Karena bila salah dalam menyimpulkan, bukan hanya keluarga korban yang dirugikan, publik juga tentu dirugikan kalau mendapat informasi yang tak ilmiah dan objektif.

"Untuk kepastian penegakan hukum, uji forensik itu amat sangat penting dilakukan guna membuka tabir, fakta dan perustiwa apa sesungguhnya yang terjadi," tutur Epza.


Sehingga tak meninggalkan tanda tanya besar bagi publik, karena publik berhak mendapatkan akses informasi yang benar dan objektif.

Masih kata Epza, sepanjang yang saya ketahui, Bali termasuk Kota wisata yang relatif aman di Indinesia, sangat jarang terdengar peristiwa kematian misterius disana.

"Sebab itu pengungkapan fakta-fakta yang real harus dilakukan oleh aparat kepolisian," pinta Epza lagi.

Jangan nanti, karena dianggap kamtibmas di Bali tidak kondusif sehingga berpengaruh terhadap wisatawan domestik maupun internasional.

"Makanya harus benar-benar dipastikan motif kematian tersebut, apakah akibat penganiyaan berat, pembunuhan atau memang bunuh diri seperti informasi yang telah disampaikan," ungkap Epza.

Pendek kata bila aparat telah melakukan uji forensik, tentu hasilnya akan maksimal dan bersifat ilmiah, dapat dipertanggung jawabkan secara objektif, sehingga publik tidak perlu bertanya-tanya lagi.

"ebaliknya jika uji forensik tak dilakukan, maka asumsi publik akan liar, penuh tanda tanya, dibayangi perasaan was-was dan penuh kecurigaan, saya pikir itu," tutup Epza mengakhiri.

Penulis: Syamsir Alam Nst





Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru