Matatelinga - Medan, Hari Azhari Dalimunthe (29) benar-benar apes saat melakukan pencurian
sepeda motor. Kendaraan yang coba digondol warga Amaliun Gg Utama,
Medan, ini tak menyala sehingga dia tertangkap dan ditembak.
"Tersangka
ditangkap di Jalan Rukun, Pasar XVI, Desa Kolam, Percut Sei Tuan,
Selasa (27/8/2014). Petugas kita terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan
karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap," kata Kapolsek Percut
Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung kepada wartawan, Rabiu (28/8).
Berdasarkan
pemeriksaan polisi, kisah keapesan Hari berawal dari perjalanannya
bersama Fery alias Pendas (29), warga Jalan Utama. Keduanya memang
berniat melakukan kejahatan.
Saat melintas di Jalan Rukun, Pasar
XVI, Desa Kolam, Percut Sei Tuan, mereka melihat sepeda motor Yamaha
Mio BK 2612 AJ merah marun terparkir di halaman rumah Abdullah (42).
Kunci kontak masih menggantung di kendaraan itu.
Melihat kesempatan itu, Ferry menghentikan sepeda motornya. Sementara itu, Hari mendekati sepeda motor milik Abdullah.
Kunci
kontak sepeda motor itu dia putar ke posisi on. Starter pun coba
ditekannya. Tapi kendaraan itu tak mau menyala. Dia mencoba berulang
kali, namun tak juga berhasil.
Tak kehilangan akal, Hari
mendorong sepeda motor itu ke arah jalan. Dia mencoba mengengkol
kendaraan itu. Namun, kendaraan itu tak juga menyala.
Perbuatan Hari dipergoki korban. Dia pun diteriaki.
Teriakan Abdullah mengundang perhatian warga. Hari langsung dikejar, sedangkan Ferry kabur meninggalkannya.
Hari
sempat tertangkap dan dipukuli warga, namun dia kembali mencoba kabur.
Pelarian berakhir setelah petugas Polsek Percut Sei Tuan melintas di
kawasan itu. Mereka turut membantu warga melakukan penangkapan.
Karena Hari tak juga mau menyerah, petugas melepaskan tembakan. Sebutir peluru menembus betis kiri laki-laki itu.
Saat
ini, Hari masih diperiksa di Mapolsek Percut Sei Tuan. Dia mengaku
sudah 7 kali melakukan pencurian. "Kita juga masih memburu rekannya yang
bernama Ferry," jelas Ronald.
(Mt/Uut)