Jumat, 22 Mei 2026 WIB

Karnaval Budaya Dan Kenderaan Antik Dapat Meningkatkan Pariwisata Kota Medan

Admin - Senin, 25 Agustus 2014 19:34 WIB
Karnaval Budaya Dan Kenderaan Antik Dapat Meningkatkan Pariwisata Kota Medan
Matatelinga.com
Bpk Walikota Medan dgn Gubsu didampai dgn Wagubsu hadri acara Pawai Budaya Kenderaan Hias Tahun 2014
Matatelinga - Medan, Karnaval Budaya dan Kenderaan antik ini digelar untuk menyahuti animo dari masyarakat agar pemerintah Kota Medan mengelar event yang bernuansa budaya, dan kegiatan ini digelar untuk membangun kebersamaan serta menamapilkan berbagai budaya dan etnis kepada masarakat, juga menampilkan potensi serta keahlian dari komunitas penggemar kenedraan antik untuk bagai mana merawat, menghias dan memodivikasi kenderaan tua, selain itu itu juga kegiatan ini  untuk memeriahkan Hut kemerdekaan RI yang ke 69.

Hal ini dikatakan oleh Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S Msi pada acara Karnaval Budaya dan Kenderaan antik 2014 Kota Medan, Senin (25/8/2014) di Jalan Pulau Penang Meda yang dilepas oleh Gubernur Sumut H Gatot Pujonugroho ST MSi, dihadiri Wagubsu Ir HT Ery Nuradi Msi, unsur FKPD Sumut dan Kota Medan, Kadis Pariwisata Sumut Rizal Marbun dan sejumlah p;impinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Dikatakan kegiatan karnaval Budaya dan kenderaan antik ini agar bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan  peran serta masyarakat guna mengembangkan partisipasinya dalam rangka meningkatkan dan menggalak pariwisata di Kota Medan, sehingga kunjungan para wisatawan baik mancanegara maupun domestik meningkat.

"Pemko Medan akan terus melakukan kominikasi, bahwa semua kita lakukan ini adalah untuk kebersamaan dengan masyarakat agar bisa bekerja sama dengan pemerintah, menyahuti apa yang menjadi perkembangan, dan ekspresi masyarakat kita ketahuai dalam rangka meningkatkan pariwisata, " ujar Eldin.

Menurutnya, Kota Medan memiliki kekayaan budaya, berbagai ragam etnis dan budaya ada di Kota Medan, pluralisme ini mempengaruhi berbagai aspek sosio ekonomi yang membentuk karakater khas kota ini mulai dari bahasa, bangunan nersejarah, bahkan sampai ke kuliner, untuk itulah sangat disayangkan apa bila  semua yang dimiliki ini tidak mampu menjaga bereradaannya dan kelestariannya, mari kita jaga keberagaman budaya tersebut.

Gubsu H Gatot Pujonugroho ST mengatakan, bahwa budaya tidak hanya dalam bentuk tarian dan lagu, tetapi budaya adalah sebuah tradisi ditengah beragaman etnis yang ada di Sumut maupun Kota Medan, ini patut disyukuri dengan multi etnis membangun  Sumut dan Kota Medan sebagai miniatur Indonesia harus dengan pendekatan strategi budaya, atas namam pemerintah dan masyarakat Sumut  menyambut gemberi acara Karnaval Budaya dan kenderaan antik ini.

Sebelumnya panitia pelaksana melaporkan, kegiatan ini menampilkan parade marching band, tarian delapan etnis, kontes scoter, sepeda ontel, kustum animasi, lomba busana etnik anak, photo contest, karnaval budaya dan pawai kenederaan antik serta pawai kenderaan budaya dari beberapa Kabupaten/kota.




(Mt/Hendra)



SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru