Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB

Berantas Peti, Petugas Tangkap 4 Pelaku dan Satu Unit Escavator

- Selasa, 17 Mei 2022 13:07 WIB
Berantas Peti, Petugas Tangkap 4 Pelaku dan Satu Unit Escavator
Matatelinga.com/reza
Sudah dua unit escavator yang diamankan di Kantor TNBG Kabupaten Madina, Selasa (17/5/2022).

MATATELINGA, Madina - Petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) akhirnya menerima satu unit escavator dari lokasi penangkapan penambangan emas tanpa izin (Peti) di Desa Aek Nangali, Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha TNBG, Bobby Noviantri di Kantor TNBG Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Pidoli Dolok, Madina, Selasa (17/5/2022).

"Pagi tadi kita menerima satu lagi escavator dari tim penegakan hukum yang melakukan operasi terhadap para pelaku penambang di kawasan taman nasional. Saat ini, sudah ada dua unit escavator yang kita amankan dan empat orang pelaku yang sudah diamankan ke Medan," jelas Bobby.

Dia mengatakan operasi dilakukan oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) pada Minggu (15/5/2022).

Dia juga menjelaskan penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi yang didapat petugas dari masyarakat.

[br]

"Operasi ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Sebenarnya sejak dua tahun lalu, kita sudah sering melakukan pengusiran terhadap pelaku pengrusakan hutan dan lingkungan ini. Mungkin sudah ada lima atau tujuh orang yang kita lakukan tindakan representatif, dengan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," ujarnya.

Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) ini juga menjelaskan tindakan tegas ini diambil karena saat ini secara keseluruhan sudah ditemukan banyaknya kerusakan taman nasional.

BPPHLHK akhirnya mengambil tindakan tegas agar memberikan efek jera terhadap pelaku.

"Berdasarkan informasi, pelaku kali ini kita tangkap ketika sedang melakukan kegiatan ilegalnya. Ini sudah tidak bisa dibiarkan atau didiamkan. Jadi kita harus memberikan efek jera terhadap pelaku. Kami juga berharap masyarakat juga memberikan dukungan penuh bagi kami agar semua yang terlibat termasuk pendananya bisa kita ungkap," tegasnya.

Keberhasilan dari BPPHLK Sumut ini diapresiasi oleh Yayasan Ekosistem Batang Gadis (YEBG). Melalui Direktur Eksekutifnya, Muhammad Nuh, pihak YEBG mengucapkan terima kasih atas sikap tegas dari para petugas TNBG.

[br]

Dia menambahkan pihak YEBG akan terus memberikan dukungan untuk para petugas memberantas para perusak lingkungan di TNBG.

"Kegiatan ini sudah lama kita tahu. Kita juga sudah berulang kali juga melaporkan kepada petugas. Bahkan sejak beberapa tahun lalu mereka juga sudah melakukan survei ke lokasi, terhadap kerusakan lingkungan ini," sebut Nuh.

Nuh juga mengatakan YEBG selalu siap untuk membantu pihak BPPHLHK dalam mengungkap semua aktor-aktor dalam kegiatan pengrusakan lingkungan hidup ini.

Menurutnya, kasus pengrusakan ini tidak boleh berhenti hanya kepada operator alat beratnya saja.

Namun, harus diungkap siapa saja pemodal bahkan orang-orang yang memback up kejahatan lingkungan hidup ini.

[br]

"Semuanya aktor-aktor yang terlibat harus diungkap. Bahkan pihak penyidik BPPHLHK harus membuka siapa-siapa saja yang menjadi pengamanan dalam kegiatan pengrusakan lingkungan hidup ini. Baik dari luar Madina ini maupun orang-orang yang dari dalam Madina sendiri," ungkapnya.

Karena itu, Nih memberikan harapan yang besar bagi BPPHLHK untuk terus melakukan operasi ini secara berkelanjutan.

Dia menilai operasi ini sangat penting bagi perlindungan TNBG dan lingkungan sekitar Taman Nasional tersebut.

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru