MATATELINGA. Asahan - Bebarapa wilayah dikabupaten Asahan diperkirakan masih akan terjadi hujan lebat dan banjir, Pusdalops BPBD Kabupaten Asahan memberikan peringatan akan hal tersebut kepada warga masyarakat agar dapat lebih waspada dalam mengantisipasi adanya perubahan cuaca dimaksud, Sabtu (27/11/2021)
Kepala BPBD kabupaten Asahan Asrul Wahid dalam siaran persnya, Sabtu (27/11/2021) pukul 16.45 Wib mengatakan potensi hujan lebat diserta angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Asahan, potensi hujan lebat disertai angin kencang tersebut dimungkin akan terjadi di wilayah kecamatan bandar Pasir Mandoge, Aek Songsongan, Bandar Pulo serta beberapa wilayah lainnya, dan hal tersebut berdasarkan prakiraan yang diprediksi BMKG Propinsi Sumatera Utara, ujarnya.
Lebih lanjut Kepala BPBD Kabupaten Asahan Asrul wahid mengatakan BPBD Kabupaten Asahan melalui Pusdalops meneruskan informasi peringatan dini berpotensi hujan tersebut kepada Kepala Desa dan Lurah agar warga masyarakat untuk waspada terhadap adanya ancaman bencana banjir, dan untuk hari ini di wilayah desa Sei Dua Hulu kecamatan Simpang Empat Asahan terjadi luapan air sungai Asahan yang mengakibatkan 15 Dusun terendam air dan genangan air mengalami kenaikan dengan ketinggian air relatif bertambah, diperkirakan akan terus naik jika debit air sungai Asahan terus bertambah, debit air yang tinggi dan derasnya arus sungai Asahan berdampak terhadap tanggul dan 3 yang berada di Desa Sei Dua Hulu diperkirakan apabila debit air terus naik dikhawatirkan tanggul akan jebol dan menyebabkan bertambahnya ketinggian banjir di pemukiman warga desa Sei Dua Hulu, demikian juga situasi genangan air juga terjadi di dusun X desa Sungai Lama kejadian ini mulai dari tanggal 2 November 2021 hingga sampai saat ini.
Baca Juga:Perhatian Pada Dinamika Politik Terendah Dapat Mengantisipasi Potensi Gangguan Keamanan
Sementara kondisi diwilayah kecamatan Setia Janji, bendungan Silau Maraja Kecamatan Setia Janji desa Silau Maraja mengalami kerusakan jaringan irigasi tidak berfungsi dan kondisi genangan air yang terjadi di dusun 7 dan 8 desa Bangun Sari sejak pukul 23.30 Wib terjadi luapan air dan kini sudah mulai berangsur surut, sementara untuk wilayah desa Sei Silau Tua juga terjadi banjir dari pukul 19.30 Wib hingga pukul 04.00 Wib dini hari pagi tadi.
Demikian juga yag terjadi di wilayah Kecamatan Tinggi Raja hujan deras yang terjadi pada Kamis (25/11/2021) sekira pukul 17.00 Wib hingga Jum’at (26/11/2021) dini hari aliran sungai Sei Silau terjadi kenaikan dan meluap, dan menggenangi perkampungan warga yang berada di dusun X Rawa rejo dengan ketinggian air 130 cm saat ini dan juga desa Piasa Ulu dusun I,II,III,VII,VIII,IX juga mulai terendam air luapan sungai tersebut.
Untuk wilayah kecamatan Sei dadap genangan air terjadi di desa Perkebunan Sei Dadap III dan IV dengan ketinggian air 0.30 meter hingga 0.50 meter dan air masuk dalam rumah warga dengan ketingan 0.20 meter, dan untuk wilayah Kecamatan Buntu Pane luapan air sungai terjadi dikarenakan curah hujan yang turun di kabupaten Asahan dan wilayah hulu sungai meluap sehingga aliran sungai Sei Silau dan sungai Piasa juga meluap sehingga mengakibatkan air menggenangi desa Ambalutu dusun I dan II, desa Karya Ambalutu dusun V,dan desa Sei Silau Timur dusun I b, demikian juga untuk wilayah kecamatan Bandar Pasir Mandoge selain terputusnya jalan mantab yang merupakan jalan penghubung dari desa Silau Jawa menuju desa Gonting Sidodadi Asahan akbat terjadinya pergeseran kuntur tanah yang mengakibatkan terjadi kelongsongsoran sepanjang 30 meter dengan kedalaman 12 meter .
Tim BPBD Kabupaten Asahan telah mengerahkan seluruh personil tanggap bencana dalam melakukan upaya penyelamatan terhadap warga serta mendirikan Posko tanggap darurat di daerah rawan bencana, tukasnya. (dieks)