Rabu, 29 April 2026 WIB

Muazin Masjid Raudhatul Islam Disayat Pisau Karter

- Minggu, 26 September 2021 23:08 WIB
Muazin Masjid Raudhatul Islam Disayat Pisau Karter
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan- Seorang pria yang berprofesi sebagai Muazin sekaligus Nazir Masjid Raudhatul Islam, Jalan Putri Hijau, Gang Peringatan, persis di belakang Hotel Emerald Garden menderita luka sayatan pada bagian telinganya akibat disayat dengan menggunakan pisau karter oleh seseorang pria berinisial MR.( 20/9/2021) pukul 19.30 WIB.


M. Syahwal syah saat dikonfirmasi via telepon Minggu (26/9/2021) malam me jelaskan bahwa kejadian bermula pada saat ia sedang menanak nasi, sebelum sholat Magrib, setelah azan Magrib, ia dan seorang rekannya ustad Fattah langsung menunaikan ibadah shalat Magrib. Usai sholat mereka pun langsung makan malam di areal belakang Masjid.

"Saat kami makan, pelaku yang berinisial MR datang dan langsung membanting piring makan kami, namun hal itu tak kami hiraukan,"ucap M. Syahwal.

Setelah membanting piring, lanjutnya lagi, pelaku keluar dan duduk di halaman masjid bersama dengan ketiga orang rekannya sambil ngomel-ngomel.

"Dia keluar tapi sambil ngomel-ngomel, dibilamgnya aku jual sabu di masjid, disitu aku nggak terima, aku langsung keluar sambil membawa gelas air minum ku, ku bilang sama pelaku"entah apa- apa lah ngomong mu, memang benar aku jual sabu, tapi itu dulu, aku sekarang sudah bertaubat, tak bisa rupanya orang bertaubat " kayak gitu ku bilang Bang sama si pelaku,",ucap Korban.

[br]

Kemudian katanya lagi, habis dirinya mengatakan hal tersebut, pelalu emosi dan menolaknya hingga terjatuh.

"Pas ditolaknya aku jatuh, tapi aku sempat narik tanganya, hingga ia terjatuh juga, pas jatuh itu lah gelas yang ku pegang pecah dan mengenai si pelaku. Disitulah pelaku makin emosi dan langsung mengeluarkan pisau karter sambil menyerang aku, tapi bisa ku elakan, hingga akhirnya naas kuping ku sebelah kiri terkena sayatan pisau karter Hingga harus mendapatkan 39 jahitan di RS Pringadi,"ucap Korban.

Korban juga menjelaskan bahwa ia hanya ditugaskan untuk membersihkan Masjid dan azan saja, dan tidak tau menahu masalah lain.


"Aku cuma disuruh azan dan bersihkan Masjid, tak tau apa-apa. Kalau pelaku memang sangat ambisi untuk jadi Ketua Badan Kenaziran Masjid. Aku pas kejadian tangan ku dipegangi oleh teman pelaku, habis lah aku dipukuli pelaku. Aku udah buat laporan ke Polsek Medan Barat, nomor STTLP/216/IX/2021/SPKT/ Restabes Medan/ SEK Medan Barat.

Namun hingga kini sudah 5 hari setelah kejadian, belum ada perkembangan kasusnya di Polsek Medan Barat. Kami udah coba datang ke Polsek sama penasehat hukum ku, tapi juga belum ada hasilnya,"jelas korban. ( Suriyanto )
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru