Bobby Nasution Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Kerja Gubernur Sumut,
Berita Sumut
MATATELINGA. Medan - Ketua TP PKK Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis menyampaikan bahwa seorang perempuan khususnya sebagai istri dan ibu, memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga, sekalipun punya aktivitas lain di luar rumah. Isu kesetaraan gender pun menurutnya harus disikapi dengan bijaksana, mengingat peran mencari nafkah bagi kaum hawa adalah hal biasa saat ini.
Hal itu disampaikan Nawal usai menjadi narasumber kegiatan Webinar tentang Keselarasan Keseimbangan Berorganisasi dan Berkeluarga bagi Perempuan, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (12/08/2021). Turut mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela, serta sejumlah pejabat lain.
Dalam webinar tersebut, Nawal menyampaikan bahwa seorang perempuan dalam keluarga, baik sebagai istri maupun ibu adalah sebuah contoh teladan atau dalam istilah asing, role model. Sehingga, seberapa sibuk pun seseorang itu, tetap bisa menjalankan perannya dengan baik di dalam keluarganya.
Baca Juga:Resmikan Integrated Laboratory Wahdatul Ulum UIN Sumut, Edy Rahmayadi Berharap Dapat Menjadi Kebanggaan Sumut
“Saya selalu membawanya pada sudut pandang bahwa seorang istri harus mengurus rumah tangga, suami dan anak-anaknya. Itu tugasnya. Tetapi memang zaman kan terus berubah, kita diharuskan mengikuti berbagai aktivitas di luar. Seperti saya dulu seorang istri prajurit (TNI), masuk di organisasi Persit Kartika Chandra Kirana, saya bingung. Sementara suami (Edy Rahmayadi) pasti inginnya nyaman saat kita tinggal,” sebut Nawal Lubis.
Dengan kondisi itu, lanjut Nawal, seorang istri harus menyiapkan terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan keluarga sebelum beraktivitas di luar rumah. Setidaknya, perlu ada izin dari sang suami jika ingin keluar rumah.
“Dan saya sudah menyiapkan semuanya termasuk ke mari ini harus sudah saya siapkan. Dari makannya, pakaiannya dan keperluannya. Jadi nanti saya tidak dimarahi suami. Begitu juga saya pesankan ke anak (perempuan) saya, agar melakukan yang sama kepada suaminya,” kata Nawal, sambil tersenyum.
[br]
Terkait hal itu, katanya, paradigma tentang kesetaraan gender adalah satu hal yang baik. Namun dirinya menilai bahwa tidak sedikit yang kemudian menjadikan wacana itu sebagai alasan kuat bagi perempuan menunjukkan eksistensinya dalam rumah tangga yang berakibat kurang baik.
“Kenapa laki-laki banyak yang kurang menerima isu kesetaraan gender ini, karena terkadang perempuan jika sudah banyak di luar, sering merasa lebih dari suaminya. Akhirnya sampai di rumah, pandai melawan suami, bisa berpendapat,” jelas Nawal.
Untuk itu, lanjut Nawal, diharapkan kepada kaum ibu terutama yang punya aktivitas di luar rumah, agar tetap menjaga sikap kepada suami dan anak-anak. Sebab seorang perempuan dalam rumah tangga, adalah teladan atau role model bagi semua. Sehingga jika contoh yang diberikan baik, maka semuanya bisa berjalan baik, terutama anak yang akan meniru.
“Kita ini yang menjadi contoh. Jadi kesetaraan gender itu, jangan membuat kita lupa bahwa perempuan adalah role model dalam keluarga kita,” pungkasnya.
[br]
Sementara narasumber lainnya, Lenny Rosalin selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI menyebutkan, pentingnya pemerintah daerah menjadikan kabupaten/kota ramah perempuan dan pedui anak, hingga tingkat desa. Sehingga jika tuntutan agar perempuan bekerja demi kebutuhan ekonomi keluarga, perlu ada sistem seperti pengasuhan berbasis hak anak untuk memastikan ada yang mengasuh dengan pembiayaan dari desa.
Hal ini merujuk pada berbagai pengalaman bagaimana seorang ibu harus bekerja sambil membawa anaknya ke lokasi pekerjaan karena belum bisa ditinggal di rumah. Terutama mereka yang secara kemampuan ekonomi, tidak memungkinkan untuk mempekerjakan orang mengasuh anaknya di rumah.
“Yang terpenting juga bagaimana tingkat kekerasan kepada perempuan dan anak tidak ada lagi. Persentase perempuan wirausaha di desa, tidak ada usia anak yang diperkerjakan, dan tidak ada perkawinan usia muda (di bawah 19 tahun). Saya berharap Sumut bisa menjadi provinsi yang dapat mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak,” jelasnya. (Mtc/rel)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Kerja Gubernur Sumut,
Berita Sumut
MATATELINGA,Medan Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak secara resmi telah menduduki jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (W
Berita Sumut
MATATELINGA, NamorambeOperasional Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) Desa Jati Kesuma Dusun III, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang
Berita Sumut
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor memimpin Rapat Program Kampung Kreatif Sumut Berkah di ruang rapat Lant
Berita Sumut
MATATELINGA, Aceh Selatan Sebanyak 12 dari 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Selatan belum mengantongi Sertifikat
Aceh
MATATELINGA, Karo Peredaran narkotika di Kabupaten Karo terus menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam periode bulan Januari hing
Berita Sumut
MATATELINGA, Belawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar uji
Ekonomi
Pelayanan keimigrasian terus bergerak mendekat kepada masyarakat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur menghadirkan Pasporia CFD
Nasional
MATATELINGA, T.Tinggi Walikota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak para siswa untuk menerapkan budaya menabung sejak dini demi m
Ekonomi
MATATELINGA, Medan Unit Reskrim Polsek Medan Area berhasil mengungkap peristiwa pencurian di gudang Expedisi CV Elsa Jaya Expres Jalan Raya
Berita Sumut
MATATELINGA, Jakarta PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi
Nasional
MATATELINGA,Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan inovasi di lingkungan Pemko Medan tidak boleh sekadar dikembangkan u
Ekonomi