Selasa, 14 Juli 2026 WIB

Heboh, Air Sungai Sembahe Mendadak Menguning

- Rabu, 18 November 2020 18:00 WIB
Heboh, Air Sungai Sembahe Mendadak Menguning
Mtc/ist
Heboh, air sungai betimus yang melintasi kawasan Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara yang mendadak berubah warna menjadi mengunin
MATATELINGA, Sibolangit: Heboh, air sungai betimus yang melintasi kawasan Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara yang mendadak berubah warna menjadi menguning menjadi perhatian warga. Baik warga sekitar dan warga pendatang, Rabu (18/11/2020) sekitar pukul 16.30 wib.





Pantauan Matatelinga.com di lapangan menyebutkan kalau menguning nya air sungai Betimus atau dikenal dengan sungai Sembahe tersebut bukan merupakan fenomena. Melainkan akibat meluap nya debit air yang diakibatkan dengan hujan yang sangat deras terjadi dikawasan Kec. Sibolangit tersebut.

Naik nya debit air tersebut sempat membuat warga sekitar sungai heboh dan kawatir. Sejumlah warga yang berada di sungai tersebut sempat berhamburan menyelamatkan diri takut tersapu air. Sebagian ibu rumah tangga yang asyik mencari ikan sambil menggendong anak nya sempat terlihat ketakutan sambil berlari menhindari luapan air yang mendadak naik tersebut.

Kejadian itu juga sempat menghebohkan warga yang melintas di Jl Jamin Ginting. Warga sempat mengabadikan kejadian tersebut dengan telepon genggam mereka dan atas jembatan sembahe. Arus lalulintas sempat mengalami kepadatan karena jembatan dipadati warga yang ingin melihat langsung kejadian tersebut.


Kepada Desa Sembahe, Esra Warista Tarigan yang berhasil ditemui dilapangan membenarkan naik nya debit air sungai Betimus tersebut. "Benar, ada kenaikan debit air tersebut, untuk diwilayah kita tidak ada korban jiwa, paling ada gubuk warga lah. Tapi tidak begitu fatal. Biasa air sungai kita naik, apalagi hujan memegang deras kali kan sebelum air naik," sebut Kades tersebut.

"Mengenai air berubah kuning, itu karena air mengkikis dinding tebing sungai mengakibatkan air bagai lumpur berjalan. Kita harap tidak ada korban jiwa lah. Yang jelas kita tetap waspada, karena bencana bisa datang kapan saja dimana saja. Dan kenaikan air sungai yang melintasi desa kita ini sudah biasa," sebut Esra menjelaskan.(mtc/edi).

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru