Matatelinga - Medan, Dari berbagai aksi perampokan, pihak
Polisi sudah berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 tersangka perampokan
terhadap WNA Tiongkok dan Jerman, an Cermen di Jl Zainul Arifin, Jl
Pancing/William Iskandar dan Jl Serdang dan sekitar lap Merdeka. Dari tersangka
berhasil disita sebagai banarng bukti, 2 buah sajam, sepeda motor. Hasil jambretan
8 buah kartu kredit, 2 buah ATM, 1 buah kartu mahasiswa, 8 lembar uang asing
dan lainnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Medan Drs Amiruddin mengapresiasi kinerja jajaran Kepolisian Polisi Resot Kota
(Kapolresta) Medan yang berhasil menangkap 2 orang tersangka pelaku perampokan
terhadap WNA Tiongkok dan WNA Jerman beberapa waktu lalu di berbagai lokasi di
Medan. Sejalan dengan itu, Amiruddin mendesak pihak Polisi agar segera
menangkap pelaku lain serta lebih meningkatkan pengamanan lagi.
Hal ini disampaikan Amiruddin kepada
wartawan di gedung DPRD Medan, Senin (12/5/2014) menanggapi kinerja Polisi terkait maraknya
tindak kejahatan perampokan akhir akhir ini di kota Medan. Disampaikan
Amiruddin, seluruh pelaku diharapkan dapat ditangkap dan dihukum berat.
Ke depan kata Amiruddin, Polisi harus
melakukan patroli rutin setiap waktu disetiap lingkungan kota Medan. Sama halnya
dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan supaya membentuk tim keamanan di tingkat
lingkungan. Dan lebih tepatnya harus segera melakukan kerjasaama dengan pihak Polisi.
“Kita mendesak, Pemko Medan harus
memberdayakan seluruh Kepling, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat supaya
terlibat masalah keamanan di kota Medan. Pemko dan Polisi harus meningkatkan
pola dan system pengamanan”, tegas Amiruddin.
Begitu juga masalah pengawasan terhadap
orang asing dan gerak gerik warganya, Pemko Medan melalui Kepling harus diwaspadai
dan diawasi bila perlu segera melaporkan ke pihak Kepolisian. “Terkait maraknya
aksi kejahatan di kota Medan harus disikapi serius Pemko Medan karena berdampak
buruk terhadap seluruh aktivitas”, ujar Amiruddin.
Yang pasti kata Amiruddin, akibat
kejadian tersebut sudah mencemarkan nama
baik kota Medan ke dunia luar. Tentu akan berpengaruh terhadap menurunnya kunjungan
turis ke kota Medan dan berdampak berkurangnya devisa Negara.
Seperti diketahui, pada bulan Pebruari
2013 dua warga Belgia mengalami perampokan, Mei 2013 seorang warga Belanda
mengalami penjambretan, Juni 2013 dua warga Selandia Baru dijambret dan warga
Australia dijambret, Juli 2013 warga Inggris dijambret, Oktober 2013 seorang
warga Taiwan dijambret, Nopember 2013 warga Jerman dijambret, Januari 2014 enam
warga Somalia dirampok dan 28 Maret lalu dua warga Belanda dirampok di Jl JH
Misba dan masih banyak aksi rampok lainnya.
(Mt-01)