Aceh

Cegah Kepunahan, Suaka Badak Sumatra Dibangun di Aceh Timur

rizky
suriyanto/matatelinga.com
Badak Sumatra Nyaris Punah, SRS Jadi Upaya Penyelamatan, Minggu (13/11/2021)
MATATELINGA. Aceh Timur " Peletakan batu pertama oleh Bupati Hasballah HM Thaib, menandai awal mula pembangunan Suaka Badak Sumatra atau Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (12/11/2021) petang. Sebelumnya, konsorsium Badak Sumatra yang dimotori oleh Forum Konservasi Leuser (FKL), sudah melakukan penelitian panjang terkait lokasi pembangunan itu.



Bupati Hasballah juga mendukung program pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukannya. Sebelumnya, Hasballah mengakui jika masyarakat belum memahami betul soal suaka badak yang akan dibangun. Namun pihaknya bersama konsorsium terus melakukan sosialisasi.


“Kenapa kami mendukung, kami ingin masyarakat Simpang Jernih, masyarakat ekonominya bangkit dengan kehadiran suaka badak. Dan yang paling penting satwa juga selamat. Kita berjuang penuh dan kita dukung penuh supaya supaya masyarakat bisa berdampingan,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Rocky itu.


Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK Jefry Susyafrianto mengatakan, pembangunan SRS di Aceh Timur adalah bagian dari Rencana Aksi Darurat penyelamatan Badak Sumatera 2018-2021.


Baca Juga:Ketua DPRD Medan Tinjau Vaksinasi Dosis II di Kanim Kelas I TPI Polonia

“Kita melihat ini merupakan peluang yang luar biasa. Ada keterlibatan banyak unsur. Bertanggung jawab menyelamatkan keberadaan Badak Sumatra,” ujar Jefry


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Adhi Nurul Hadi mengatakan, selama ini pihaknya terus melakukan patroli dan monitoring. Hadi pun mengatakan, populasi Badak Sumatra di TNGL berada di kawasan habitat yang terisolir. Kondisi ini justru akan memperbesar potensi inbreeding (kawin sedarah) tinggi. Kondisi ini sangat tidak baik bagi keberlangsungan hidup badak.


“Dengan SRS ini harapannya, ada koneksi antara habitat badak di TNGL dengan habitat di luar TNGL. Sehingga ada persilangan. Mudah-mudahan nanti apa yang dihasilkan, bisa menyehatkan kembali struktur genetika dari Badak yang ada di alam,” ungkap Hadi.



Dalam pemaparan FKL disebutkan, dahulu Badak Sumatra tersebar luas di Asia, mulai dari kaki himalaya di Bhutan, India timur-laut (Assam), Tiongkok, Thailand dan lainnya.


Pada 1974, Badak Sumatra ditemukan di Sumatra, Sabah dan Peninsular Malaysia hingga Kalimantan (Borneo). Sejak 1994 hingga 2007, populasi di kawasan semenanjung Malaysia sudah lama tidak terkonfirmasi. Hingga akhirnya pada 2013, Badak Sumatra hanya ditemukan di lampung, Aceh dan Kalimantan Timur.


Populasi Badak kian tergerus. Aktifitas perambahan kawasan hingga perburuan menjadi ancaman nyata. Belum lagi, lambatnya siklus reproduksi dan singkatnya masa birahi badak berpengaruh pada perkembangan jumlah populasi badak.


Penulis
: Suriyanto
Editor
: Rizky
Tag:aceh timurBadak Sumatra Nyaris PunahMatatelingaSuaka Badak Sumatra Dibangun di Aceh TimurTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.