Sabtu, 18 Juli 2026 WIB

Mantapkan, Pemasang Bendera Gerakan Aceh Merdeka di Polsek Minta Maaf...Selesai

Admin - Rabu, 03 April 2024 06:46 WIB
Mantapkan, Pemasang  Bendera Gerakan Aceh Merdeka di Polsek Minta Maaf...Selesai
pixabay
Bendera GAM di pasang Kantor Polisi
MATATELINGA, Banda Aceh: Para Pelaku yang mengibarkan bulan bintang, bendera yang mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pagar Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Samalanga pada Jumat kemarin (29/3/2024), menyamapikan permintaan maaf.


Hal tersebut dikatakan Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh Aceh dengan menyatakan, para pelaku pengibaran bendera bulan bintang di pagar Polsek Samalanga, Polres Bireuen, menyampaikan permintaan maafnya.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto di Banda Aceh, Senin (1/4/2024) mengatakan para pelaku berinisial NN, YI, MR, dan MN, warga di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.


"Para pelaku telah mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas apa yang mereka lakukan hingga membuat gaduh," sebutnya.


Perwira menengah Polda Aceh tersebut mengatakan, para pelaku mengakui bahwa motif dari pengibaran bendera bulan bintang tersebut karena emosi sesaat akibat kesalahpahaman terhadap penanganan perkara di Polsek Samalanga yang melibatkan keluarga mereka.


"Para pelaku mengaku memasang dan mengibarkan bendera itu karena emosi sesaat. Diwakili satu orang, mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi," ungkapnyya.

[br]

Atas kejadian tersebut, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, para pelaku merasa menyesal atas kegaduhan yang ditimbulkan. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dan akan menjaga ketertiban, khususnya di Kabupaten Bireuen.


Ade Harianto menegaskan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di mana pun dan kapan pun. Oleh karena itu, pentingnya komunikasi yang baik antara para pihak, sehingga tidak timbul kesalahpahaman.

"Komunikasi antara para pihak itu penting dalam setiap permasalahan, agar tidak timbul kesalahpahaman hingga menimbulkan pidana," sebutnya lagi.


Ade Harianto mengimbau semua pihak menjaga situasi Aceh agar tetap kondusif. Apalagi Aceh akan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Nasional pada September 2024.

Selain itu, masyarakat Aceh juga akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar serentak di seluruh Indonesia dalam tahun ini juga.

"Situasi kondusif menjadi modal bagi Aceh melaksanakan PON dan pilkada serentak. Serta modal dasar bagi investor untuk berinvestasi. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibas yang kondusif di Aceh,"diakhir penjelasan Ade Harianto, dikutip Antara.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru