MATATELINGA. Pidie Jaya - sungai Krueng Peunalom meluap dan menggenangi pemukiman penduduk serta merusak sejumlah fasilitas publik lainnya. Hal itu terjadi dikarenakan curah hujan deras yang terus menerus terjadi di Kecamatan Tangse, Pidie, Provinsi Aceh.
Ir. Dewan Ansari sebagai Kalak BPBD Pidie, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, H. Junidar, S.Sos, M.M, menjelaskan hujan yang terjadi sejak Jum'at sore telah menyebabkan banjir bercampur lumpur karena meluapnya sungai Krueng Peunalom.
"Saat ini pihak BPBD masih memantau dan mendata dampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material belum bisa diperkirakan, kita masih melakukan pendataan," jelas H.Junidar.
Baca Juga:Polda Sumut Gelar Bhayangkara Mural Festival Mural 2021, Karya Anak Bangsa
Genangan air bercampur lumpur juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah serta barang-barang milik warga. Selain itu banjir telah menyebabkan kerusakan parah pada jalan, tebing sungai, pintu air dan oprit jembatan. Ada sekitar 3 Km fasilitas tersebut mengalami kerusakan.
Dari laporan BPBD Pidie, Sabtu (30/10/2021) rumah warga di tiga gampong, yakni Gampong Peunalom I, Peunalom II dan Gampong Layan tergenang air bercampur lumpur. Ketinggian air bercampur lumpur di pemukiman warga mencapai 30 cm lebih. Seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (31/10/2021).
Di Gampong Layan, 40 unit rumah dan sekolah dasar rusak. Fasilitas lain yang rusak meliputi jalan, tebing sungai, pintu air dan oprit Jembatan. Sementara Gampong Peunalom I dan II juga mengalami kerusakan berbagai fasilitas, meliputi rumah warga, jalan, tebing sungai, pintu air dan oprit jembatan.