MATATELINGA, Peureulak: Ratusan santri dari beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Aceh Timur, Minggu (12/7/2020) siang, 'serbu' Objek wisata pantai Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Selama ini ramai dikunjungi wisata dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.
Kedatangan ratusan santri kesana menggunakan 32 unit mobil bak terbuka sejenis dum truk dan pick-up serta minibus.
“Iya bang, sekitar 500 santri datang ke pantai Leuge. Mereka tidak mengusir pengunjung pantai, tapi mengajak umat Islam untuk menegakkan dan menjunjung tinggi Syariat Islam secara kaffah,” kata Muslim, warga Peureulak.
Awalnya para santri berkumpul di Masjid Zadul Mu’ad Peureulak. Setelah melaksanakan salat dzuhur berjamaah, lalu mereka menaiki mobil dan melanjutkan ke pantai Leuge di Desa Leuge.
Saat tiba di pinggir pantai, para santri mengumandang azan dan membaca ayat kursi dan ayat-ayat Alqur’an.
Para orator juga mengajak pengunjung pantai menegakkan Syariat Islam, melaksanakan perintah dan selalu menjauhi larangan Allah. Selain itu, para santri juga meminta pengunjung pantai tidak menjadikan pantai sebagai ladang maksiat.
"Kami santri meminta pengelola objek wisata pantai Leuge di Peureulak, untuk memisahkan antara pengunjung pria dan wanita, sehingga objek wisata ini bernuansa islami,” kata salah seorang orator dalam aksinya di pinggir pantai Leuge.
Meskipun aksi ratusan santri itu terjadi secara spontanitas, namun tetap mendapat pengamanan dari Polisi Pamong Praja (Pol-PP) dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Timur, unsur TNI/Polri, dan Satgas Bantuan Komunikasi (Bankom) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur.
[br]
Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.IK, MH, melalui Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong, membenarkan adanya aksi santri dari berbagai dayah dan pondok pesantren (ponpes) di Aceh Timur.
"Informasi awal Ormas FPI yang datang, ternyata yang datang para santri,” katanya.
Kapolsek Peureulak mengaku, kedatangan para santri untuk menghimbau pengunjung pantai agar tidak menyalahgunakan wisata pantai.
“Personel polres dan polsek bergabung bersama Pol-PP dan WH serta RAPI melakukan pengamanan sejak awal hingga seluruh santri pulang ke dayahnya masing,” ujar AKP Pidinal Limbong.
Setelah berorasi dan berjalan sepanjang pesisir pantai sejak pukul 13:30 Wib, para santri itu menjelang ibadah salat ashar kembali ke dayahnya masing-masing, sekira pukul 15:30 Wib.
“Orasi para santri berjalan aman dan tertib,” demikian Pidinal Limbong.
Sebagaimana diketahui, objek wisata pantai di Desa Leuge, Peureulak, Aceh Timur, ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.
Akhir pekan khususnya Sabtu " Minggu, pantai Leuge dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar Aceh. Pantai yang tidak terlalu dalam, air yang bersih dan lokasi pantai yang luas dinilai cocok untuk menjadi tempat bermain anak-anak.
Meskipun sempat ditutup saat pandemi Covid-19 terhitung Maret hingga Mei 2020, namun memasuki masa new normal kembali dibuka untuk umum.
Tetapi pengunjung diharuskan memiliki masker dan saat berada di duduk di pondok-pondok harus memiliki jarak. Bahkan para pemilik pondok memisahkan tempat duduk lelaki dengan wanita.