Selasa, 14 Juli 2026 WIB

Muhtar Ependy Cabut BAP di Pengadilan, Karena Terancam

Admin - Senin, 24 Maret 2014 21:41 WIB
 Muhtar Ependy Cabut BAP di Pengadilan, Karena Terancam
Matatelinga - Jakarta, Muhtar membantah menjadi makelar suap dalam penanganan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Palembang. Dimana ia disebut menerima titipan untuk Akil senilai Rp20 miliar untuk memuluskan pemenangan Romi Herton sebagai Walikota Palembang dalam sengketa Pilkada di MK. Serta, memuluskan langkah Budi Antoni Aljufri sebagai Bupati Empat Lawang dengan memberikan uang Rp10 miliar kepada Akil.

Muhtar Ependy, pihak yang diduga sebagai perantara suap penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar, mencabut keterangannya yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), untuk terdakwa Akil.
 
Saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Akil, Muhtar mengaku memberikan keterangan sebagaimana tertuang dalam BAP lantaran dirinya mendapat ancaman dari berbagai pihak, terutama dari pasangan calon kepala daerah yang kalah sehingga memberikan keterangan di BAP dalam keadaan depresi. Padahal, ia mengaku tidak menerima uang untuk diberikan kepada Akil.
 
"Sebelum proses saya dipanggil KPK saya sering diteror oleh calon Bupati yang kalah, di media massa saya dituduh nerima duit sekian-sekian, kemudian saya dilaporkan ke Mabes," katanya saat memberikan kesaksian dalam sidang di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/3/2014).
 
Muhtar menuturkan, pihak yang memberikan ancaman teror itu, meliputi calon Bupati Banyuasin, Azwar Bidui, calon Wali Kota Palembang, Sarimuda, calon Bupati Empat Lawang, Joncik Muhamad. Kemudian, teror juga dilakukan oleh anak buahnya, Samowo, dengan maksud ingin mengambil ambil perusahaannya dengan ancam akan lapor ke KPK mengenai kesalahannya.
 
Teror lain, sambung Muhtar itu juga dilakukan oleh Miko Fanji atas keterangannya di media massa TEMPO, kalau dirinya menerima titipan uang dari Akil. Itu merupakan bentuk menyudutkan dirinya.
 
"Apa yang saya katakan (di BAP) itu tidak benar, demi Allah, itu saya lakukan untuk menyelamatkan anak istri saya. Makanya saya bikin sayembara siapa yang bisa buktikan saya jadi makelar saya berikan Rp1 miliar. Saya siap mempertanggungjawabkan demi hukum," terangnya.


(Okz/Mt-01)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru