Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
Jamaah Haji

Jamaah Haji Lempar Riyal Sebelum Pulang Ke Tanah Air

Admin - Sabtu, 17 September 2016 14:30 WIB
Jamaah Haji Lempar Riyal Sebelum Pulang Ke Tanah Air
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Prosesi puncak haji telah usai dilakoni para jamaah haji. Kini sebagian dari mereka tinggal menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air, sementara untuk gelombang dua menanti waktu digeser ke Madinah. Di sela-sela waktu yang ada, berbelanja tampaknya menjadi opsi utama.

Di Tanah Suci, kebiasaan para jamaah haji, khususnya dari Indonesia ini dikenal dengan istilah lempar riyal. Di berbagai sudut kota, para jamaah haji terlihat memadati pusat-pusat perbelanjaan. Deretan toko di kawasan Ja’fariyah, misalnya. Lokasi ini menjadi salah satu primadona jamaah haji untuk berbelanja. Di samping harganya tak terlalu mahal, kemudahan akses menjadi pertimbangan lainnya, karena lokasinya dekat Masjidil Haram.Sabtu (17/9/2016)

Abu Ahmed, salah seorang pedagang, seperti dilansir Arabnews.com, jauh-jauh hari telah memprediksi jumlah pembeli bakal meningkat seiring usainya prosesi Puncak Haji. Lantaran itu dia telah menambah stok barang yang biasa dicari para jamaah haji seperti karpet, tasbih, dan aksesoris perempuan, serta menambah tenaga penjual. Dia juga mengaku tidak menaikkan harga meski jumlah peminat membludak.

Rekan-rekan Abu Ahmed pun tak kalah sigap. Mereka jemput bola dengan membuka kios di sekitar pemondokan jamaah haji Indonesia. Aneka warna oleh-oleh haji pun dijajakan dengan harga terjangkau. Mulai dari miniatur zamzam tower, Alquran, parfum, tasbih, surban, baju, sajadah, karpet, kerudung dan beragam barang lain untuk buah tangah. Pemandangan ini seperti terlihat di sekitar pemondokan jamaah haji Indonesia di sektor 1, wilayah Mahbas Jin dan sektor 6 wilayah Syisyah.

Para jamaah salat subuh begitu keluar dari masjid langsung disambut para pedagang yang menjajakan beragam barang. Mulai dari sayur mayor, handphone, kurma, tasbih, baju dan barang-barang lain. Para pedagangnya pun lumayan fasih berbahasa Indonesia sehingga para pembeli tidak kesulitan berkomunikasi. Opsi lainnya, menggunakan bahasa isyarat.

Tak hanya di Makkah, jejak para jamaah berbelanja bahkan terpantau sampai ke Jeddah yang berjarak sekira 100 kilometer dari kota kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedikitnya terlihat lima bus yang mengangkut jamaah haji Indonesia parkir di depan Masjid Qishash pada Sabtu 16 September petang.

“Habis dari sini rombongan ke Laut Merah lihat masjid terapung,” ujar Sapin, jamaah haji asal embarkasi Medan kloter 3. Bersama istrinya, Mujirah, Sapin mengaku ikut rombongan berpelesir ke Jeddah difasilitasi KBIH untuk mengisi waktu sebelum pulang ke tanah air pada Senin 19 September.

Jamaah lainnya, Basar Rambe, terlihat tengah memilah-milah cincin akik untuk dipakai sendiri dan dijadikan buah tangan untuk para kerabat dan tetangga di kampung halaman.

Sementara itu, Mulyono, jamaah haji dari Jombang, Jawa Timur, menuturkan oleh-oleh paling dinanti para kerabat dan tetangga di kampung halaman adalah air zamzam. Karena itu dia berharap ke depan ada tambahan jatah untuk jamaah haji dari 5 liter menjadi 10 liter. “Lima liter sangat tidak cukup,” ujarnya seraya menyebut keengganan membeli air zamzam di tanah air lantaran meragukan keasliannya.

Mengenai batas barang bawaan 32 kilogram per jamaah, dia pun berharap bisa ditambah kapasitasnya. “Jamaah haji kan diharapkan bawa banyak oleh-oleh untuk keluarga, kalau hanya 32 kilo ya sebetulnya kurang,” cetusnya.

Namun hal ini tak menjadikan semangat berbelanja para jamaah surut lantaran masih ada opsi menggunakan jasa pengiriman barang. “Sebagian beli di sini lalu dikirim lebih dulu, 1 kilogramnya 9 riyal, kita tanya ke jasa kurir kapan mengambilnya, mereka datang beberapa hari sekali,” pungkasnya.


(Fit/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru