Matatelinga.com, Rencananya polisi akan menempatkan dua hingga tiga personel di setiap gereja yang diperkirakan berjumlah 80 rumah Ibadah (gereja) Di Kota Malang.
Kepolisian Malang Kota, Jawa Timur
menyiagakan pasukan untuk mengamankan ibadah umat Kristen mulai Minggu
besok, 19 Juli 2015. Aparat juga mulai menjalin komunikasi dengan
seluruh komunitas warga Papua di Malang. Langkah itu dilakukan untuk
menjaga keamanan antar umat beragama dan antar suku di Malang, pasca
perusakan rumah ibadah umat Islam di Tolikara, Papua, Jumat 17 Juli
2015.
“Ini untuk mencegah kemungkinan munculnya pihak ketiga yang mencoba
mengambil kesempatan dengan memperkeruh suasana,” kata Kapolres Malang
Kota AKBP Singgamata,yang dilansir Vivanews Sabtu (18/7/2015).
Saat ini, setidaknya terdapat 80 gereja yang tersebar di wilayah
Kota Malang. Rencananya, polisi akan menempatkan dua hingga tiga
personel di tiap gereja.
“Saat ini kami masih memetakan personel yang bertugas nanti,” katanya.
Selain mengawal pelaksanaan ibadah, polisi di Kota Malang kini
tengah mendatangi kelompok mahasiswa dan masyarakat Papua. Ini dilakukan
untuk menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat Papua yang tinggal di
Kota Malang.
“Kami akan segera berkonsolidasi dengan komunitas Papua di Malang
agar bisa bersama-sama mengantispasi hal ini,” kata Singgamata.
Meski begitu, sampai saat ini polisi belum menerima laporan tentang kemungkinan munculnya tindakan serupa di Kota Malang.
Sebab, menurut Singgamata, insiden di Tolikara dilakukan oleh pihak lain di luar kebiasaan penganut Kristen pada umumnya.
“Apa yang terjadi di Papua tidak berdampak pada kerukunan umat
beragama di Kota Malang, dan akan tetap terjaga kerukunanya hingga ke
depan. Kejadian di Papua adalah tindakan oknum yang tak lazim dilakukan
umat Kristen. Jadi tolong, di Malang jangan ada yang bereaksi negatif.”
(Mt)