Selasa, 22 September 2026 WIB
Rencana Batal Dilantiknya BG

Jokowi Lakukan Uji Reaksi Publik Melalui Mensesneg Untuk Melegakan Hati Rakyat

Admin - Kamis, 05 Februari 2015 09:36 WIB
Jokowi Lakukan Uji Reaksi Publik Melalui Mensesneg Untuk Melegakan Hati Rakyat
google
Mensesneg Pratikno
JAKARTA - Matatelinga, Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhroh menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melakukan uji reaksi publik melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang menyatakan agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai calon Kapolri.

Menurutnya, jika suara yang disampaikan oleh Pratikno dan Ketua Tim 9 Syafii Maarif, benar atas sepengetahuan Presiden Jokowi, maka akan melegakan hati rakyat.

"Jadi Pak Presiden melakukan istilahnya testing in the water melalui kedua tokoh itu," ujar wanita yang akrab disapa Wiwieq, Kamis (5/2/2015).

Dia menambahkan, kepastian terhadap pencalonan Kapolri harus segera diambil. Pasalnya, Kapolri definitif harus segera dilantik untuk mengakhiri kesimpang siuran dan rumor politik yang makin tak terkendali. Selain itu, kabinet kerja perlu mengedepankan penegakan hukum untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan memberantas skandal-skandal korupsi.

"Kapolri definitif perlu segera dilantik untuk meredam rumor politik dan tetap mengedepankan penegakan hukum," imbuhnya.

Wiwieq mengaku meski keputusan tersebut dilematis, Presidden Jokowi harus tetap bersikap dan mengambil tindakan tegas. Sebab, hanya itu bisa menyelamatkan wibawa Presiden, serta nasib penegakan hukum di negeri ini.

"Ya mesti tegas walaupun dilematis," terangnya.

Namun, jika Presiden Jokowi tetap melantik Budi Gunawan, tentu akan menimbulkan kekecewaan publik. Hal tersebut, akan memicu ketidakpercayaan publik terhadap Presiden Jokowi.

"Ketidakpercayaan publik ini akan mempengaruhi legitimasi pemerintah. Di mana publik akan apatis atau bahkan skeptis terhadap program pemerintah," bebernya.

Tak hanya itu, Wiwieq memperkirakan, akan ada aksi protes dan juga demo yang silih berganti untuk menuntut janji-janji yang disampaikan Presiden Jokowi saat kampanye.

"Bila ini yang terjadi, maka social unrest akan meluas, tak hanya di Jakarta tapi juga daerah. Bak gayung bersambut, terjadilah kekecewaan, ketidakpercayaan secara berjamaah yang akan membuat Jokowi kerepotan," pungkasnya. Dikutip laman okezone.com, Kamis (5/2/2015)

(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru