Sabtu, 11 Juli 2026 WIB

22 Orang Terduga Geng Kriminal, Di Bantai Polisi Meksiko

Admin - Minggu, 21 Agustus 2016 12:52 WIB
22 Orang Terduga Geng Kriminal, Di Bantai Polisi Meksiko
Google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Kepolisian Nasional Meksiko dituduh melakukan pembantaian terhadap 22 terduga anggota geng kriminal pada 2015. Mereka dituduh mengeksekusi 22 orang tersebut, membakar jenazahnya, memanipulasi tempat kejadian perkara (TKP), serta menyiksa para penyintas. Kisah bermula ketika seorang perempuan mengadukan aksi 50 orang anggota kartel Jalisco yang menyerang properti miliknya pada Mei 2015.

Polisi lalu datang dan menyerbu properti milik perempuan tersebut dengan bantuan helikopter. Hasilnya, 42 orang terduga geng kriminal itu tewas. Menurut laporan Komisioner Hak Asasi Manusia Meksiko (CNDH), sebanyak 22 dari 42 orang itu tewas dieksekusi dengan cara ditembak. Mereka dituduh menyerang terduga geng kriminal itu saat tengah tertidur lelap. CNDH menyebut insiden tersebut adalah contoh pelanggaran HAM berat. Komisioner Polisi Nasional Meksiko, Renato Sales, menolak tuduhan tersebut. Ia beralasan kepolisian telah bertindak sesuai hukum yang berlaku. Namun, laporan CNDH setebal 696 halaman itu menunjukkan sebaliknya. Dilansir dari laman okezone.com

Kesaksian istri-istri korban tewas yang mendengar perkataan petugas polisi tentang aksi penangkapan itu menguatkan dugaan pelanggaran HAM. “Itu adalah pekerjaan termudah yang pernah kami lakukan. Kami menembaki mereka seperti burung yang tengah tertidur di sarangnya,” ujar seorang petugas polisi dalam laporan tersebut sesuai kesaksian istri korban, seperti dimuat Reuters, Minggu (21/8/2016). CNDH juga mewawancarai tiga orang yang ditahan di penjara.

Mereka mengaku disiksa oleh polisi selama berada di tahanan dan dipaksa menandatangani dokumen tanpa diperbolehkan untuk membacanya terlebih dahulu. Polisi bukan satu-satunya pihak yang dituduh melakukan pelanggaran. Tim forensik Kejaksaan Negeri Michoacan (PGJEM) juga terbukti menerbitkan dua hasil visum berbeda untuk seorang korban tewas. Mereka diduga bersekongkol dengan polisi untuk mengaburkan fakta selama penyelidikan.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru