Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
Virginia

Alamaak... Gara-gara Aniaya Ayam, Perusahaan Makanan di Virginia Pecat 10 Pekerja

Admin - Jumat, 12 Agustus 2016 11:43 WIB
Alamaak... Gara-gara Aniaya Ayam, Perusahaan Makanan di Virginia Pecat 10 Pekerja
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Perusahaan makanan Tyson mengklaim telah memecat 10 orang pekerja yang kedapatan menganiaya ayam di tempat pembiakan di Virginia, yang terbukti melalui rekaman tersembunyi yang disiarkan oleh kelompok penyayang hewan, Kamis atau Jumat waktu Indonesia. Perusahaan tersebut juga mengatakan telah melatih kembali para pekerja yang menangani ternak unggas dengan memerhatikan kebijakan kesejahteraan hewan setelah masalah penganiayaan ini menjadi sorotan. 

Rekaman video yang dibuat oleh kelompok pembela hewan memerlihatkan pekerja di perusahaan Tyson di sejumlah fasilitas mereka sedang menendang, memukul dan melempar ayam-ayam hidup. Salah seorang pekerja tertangkap rekaman sedang menginjak lumat kepala ayam.

Gambar video yang diambil pada Mei dan Juni diunggah di laman kelompok pegiat yang memperjuangkan peri-kehewanan dan mendorong gerakan vegetaris. Perusahaan daging olahan tingkat dunia yang berada di Springdale, Arkansas, mengatakan "sangat tidak bisa menerima tindakan oknum-oknum" seperti dalam rekaman itu. Seperti dikutip dari laman okezone.com

Tyson yakin hal itu tidak cukup untuk menghentikan tindakan tidak layak terhadap hewan di tempat mereka dan berjanji untuk menilik ulang dan memastikan bahwa kebijakan perusahaan akan ditaati. Rekaman itu setidaknya merupakan yang kelima sejak 2015 yang diambil diam-diam untuk merekam penganiayaan hewan di perusahaan Tyson. 

Perusahaan daging ayam terbesar di dunia itu mengirim pasokan untuk jaringan rumah makan McDonald, KFC dan daging olahan bagi sejumlah rumah makan yang lain. "Penganiayaan terhadap hewan bukan dilakukan oleh segelintir oknum saja tetapi masalah sistematik yang perlu diselesaikan oleh perusahaan," kata Erica Meier, Direktur Eksekutif Compassion Over Killing, lembaga penyayang hewan itu, dalam sebuah wawancara.

Pihak perusahaan ataupun lembaga itu secara terpisah mengatakan mereka sudah menempuh jalur hukum untuk menangani para pekerja tersebut. "Tyson harus mempertanggungjawabkan kekerasan tersebut," kata Meier. Perusahaan juga mengatakan telah menghentikan praktik menyumpalkan plastik ke paruh ayam jantan untuk mencegahkan mematuk makanan bagi ayam betina.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru