Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
Rudal

Petinggi Iran Klaim Rudal Kunci Masa Depan

Admin - Kamis, 31 Maret 2016 14:16 WIB
Petinggi Iran Klaim Rudal Kunci Masa Depan
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Rabu 30 Maret 2016 mengatakan bahwa rudal adalah kunci masa depan Iran. Ia menegaskan, Republik Islam Iran tidak ragu-ragu menggunakan rudal sebagai alat untuk melakukan negosiasi dengan negara-negara Barat.

Meskipun menyatakan dukungan atas kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015, Khamenei secara terbuka menentang setiap peningkatan kerjasama dengan negara-negara Barat. Alih-alih melakukan negosiasi, ia mengatakan bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) harus terus mengembangkan rudal balistik.

"Orang-orang yang mengatakan masa depan Iran terletak dalam proses negosiasi, bukan dalam hal rudal, adalah orang yang bodoh sekaligus pengkhianat," ujar Khamenei, sebagaimana dikutip dari Daily Caller dan dilansir dari laman okezone.com, Kamis (31/03/2016).

"Jika Republik Islam Iran berupaya melakukan negosiasi, tetapi tidak memiliki kekuatan pertahanan, itu sama saja dengan langkah mundur," ujar Khamenei.

IRGC menegaskan bahwa uji coba rudal balistik Iran tidak melanggar perjanjian dan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Uji coba rudal tersebut tidak bertujuan membuat senjata nuklir.

Terkait hal ini, Rusia telah menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Iran. Mikhail Ulyanov, pejabat tinggi Departemen Non-Proliferasi Nuklir dan Kontrol Senjata mengatakan tidak menganggap peluncuran misil Iran melanggar Resolusi 2231 karena resolusi itu tidak melarang tes tersebut. “Apalagi rudal itu tidak mampu membawa hulu ledak nuklir," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan uji coba rudal Iran tidak melanggar kesepakatan Juli 2015 yang bertujuan membatasi pengembangan program nuklir Iran. Meski demikian, surat terbaru yang ditulis AS dan sekutunya di Eropa menuduh bahwa rudal tersebut dapat membawa hulu ledak nuklir. Dengan demikian, tes misil yang dilakukan Iran dianggap melanggar Resolusi 2231.

Surat itu AS menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera mungkin mengambil sikap yang tepat dan secepatnya memberikan sanksi tambahan kepada Iran.

Awal bulan ini IRGC melakukan uji coba dua rudal yang dirancang mencapai Israel. Sementara IRGC juga terus mengembangkan program rudal balistik terselubung. Hingga saat ini Iran diketahui memiliki pasokan rudal balistik terbesar di Timur Tengah.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru