Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Prostitusi

Tingkat Prostitusi di Spanyol Lebih Tinggi Dari Inggris

Admin - Rabu, 27 Januari 2016 12:03 WIB
Tingkat Prostitusi di Spanyol Lebih Tinggi Dari Inggris
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Spanyol disebut-sebut sebagai ibu kota prostitusi di dunia. Bagaimana tidak, PBB menyatakan, sedikitnya 39 persen pria di negara ini pasti pernah melakukan hubungan intim dengan pekerja seks komersil (PSK) minimal satu kali. Persentase ini jauh lebih besar daripada negara sebebas Belanda yang hanya mencapai 14 persen, dan Inggris yang sekira 5-10 persen saja.

Di Negeri Matador, bisnis esek-esek selayaknya kebanyakan negara lain di dunia, tidak diakui sebagai profesi kerja yang sah secara hukum. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum, prostitusi di negara ini juga tidak diundang-undangkan secara saksama. Sehingga ada celah kebebasan untuk mempraktikannya.

Bahkan, industri tak halal ini adalah negara terbesar kedua di dunia, setelah China yang menghabiskan uangnya untuk mendapatkan layanan seksual. Dengan perkiraan ada lebih dari 400 ribu PSK, survei terbaru yang dirilis Havoscope melalui The Olive Press dan dilansir melalui laman okezone.com, Rabu (27/1/2016) mengungkap, pengeluaran tahunan prostitusi di Spanyol mencapai 23,5 juta euro atau Rp354,5 miliar, mengekor di belakang China yang menghabiskan hingga 67,2 miliar euro atau Rp1.013,4 triliun untuk memenuhi hasrat birahi mereka melalui bisnis asusila ini.

Tidak berlebihan untuk mengatakan, prostitusi adalah aktivitas terpopuler dan diterima secara sosial di negara beribukotakan Barcelona ini. Meski negara ini tengah diterpa badai krisis keuangan sejak 2010, industri ‘kepuasan’ tetap merajalela. Orang Spanyol dibanding kewarganegaraan lain di dunia, juga rela menghabiskan lebih dari 343 euro atau Rp5,1 juta per kapita tahunan untuk pelacuran.

Untuk memenuhi permintaan yang luar biasa banyaknya itu, ratusan ribu pelacur tersebar di klub-klub malam di pusat-pusat kota untuk kawasan industri, di negara bagian yang sepi, di pinggir jalan bar, yang sering dikenali dari tanda-tanda botol sampanye atau figur perempuan rupawan pada neon raksasa mereka, yang berkedip gemerlap dalam kegelapan. Di perbatasan Perancis, Club Paradise dibuka dengan 180 pekerja seks, menjadikannya rumah bordil terbesar di Eropa.



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru