Minggu, 12 Juli 2026 WIB

Legilitas prostitusi di Portugal kerap berubah-ubah

Admin - Senin, 25 Januari 2016 07:01 WIB
Legilitas prostitusi di Portugal kerap berubah-ubah
google

Matatelinga.com,  Pada 1949, di tengah kekhawatiran penyakit menular seksual (PMS), pemerintah menerbitkan aturan yang melarang pendaftaran pekerja seks baru dan pembukaan rumah-rumah bordil baru. Rumah-rumah bordil yang lebih dulu eksis tetap dapat ditutup jika terbukti mengancam kesehatan publik.

Legilitas prostitusi di Portugal kerap berubah-ubah. Meski secara umum prostitusi di negeri semenanjung Iberia itu legal, beberapa kali aturan berubah dengan menyesuaikan perkembangan zaman.

Sebuah penelitian kala itu memaparkan data sebanyak 5.276 orang ambil bagian dalam bisnis esek-esek ini. Sebanyak 485 rumah bordil diketahui tersebar di beberapa wilayah seperti Lisbon, Porto, Coimbra, dan Evora. Hukum yang diberlakukan kala itu dianggap untuk membasmi prostitusi alih-alih pencegahan PMS.

Pada 1963, prostitusi sepenuhnya dinyatakan ilegal. Saat itu seluruh rumah bordil dan tempat-tempat lain yang menjajakan seks ditutup. Tindakan ini menjadi semacam penghapusan regulasi era sebelumnya meskipun pengecekan kesehatan rutin dilakukan terhadap para pekerja seks.

Namun, regulasi tersebut hampir tidak memiliki pengaruh apapun untuk menghapuskan prostitusi.

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru