Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Bom Hidrogen

Usai Tes Bom Hidrogen, AS dan Korsel desak China Hukum Korut

Admin - Rabu, 13 Januari 2016 13:08 WIB
Usai Tes Bom Hidrogen, AS dan Korsel desak China Hukum Korut
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye mendesak satu-satunya sekutu Korea Utara (Korut), yakni China untuk memberikan sanksi internasional terberat usai tes nuklir pada pekan lalu. Desakan perempuan 63 tahun itu dikeluarkan setelah Korut menyebarkan brosur propaganda di sepanjang perbatasan. Dalam brosur tersebut Korut menyebut Geun-hye dan pemerintahannya sebagai anjing gila.

Korsel dan Amerika Serikat (AS) berusaha keras agar Pyongyang diberikan sanksi baru usai tes bom hidrogen. Para diplomat di Dewan Keamanan PBB telah berjanji akan sesegera mungkin menjatuhkan hukuman bagi Korut. Untuk hal yang satu ini, keberadaan China sebagai anggota tetap DK PBB sekaligus sekutu utama Korut dipandang sebagai kunci untuk menerapkan sanksi.

“Memegang tangan seseorang di masa sulit adalah penanda teman yang baik. Saya percaya pada China sebagai anggota permanen DK PBB akan memainkan peran krusial mereka,” ujar Park Geun-hye, sebagaimana dilansir ABC News dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (13/1/2016).

Beijing sendiri akhir-akhir ini terlihat kehilangan kesabaran terhadap propaganda yang terus-menerus dilakukan Korut. Namun, China masih terlihat enggan untuk menekan tetangganya itu karena takut akan menggoyangkan pemerintahan Pyongyang yang akan memicu gelombang pengungsi dari Korut menyebrang ke Negeri Tirai Bambu dan juga Korsel.

Sekretaris Negara AS John Kerry juga sudah mendesak China agar memutuskan hubungan bisnis dengan Korut. Namun, dalam percakapan telefon dengan otoritas Korsel, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menjelaskan bahwa negaranya sangat mendukung diadakannya dialog untuk memecahkan masalah nuklir ini. Penjelasan tersebut sekaligus mementahkan keraguan Negeri Ginseng bahwa China tidak sama sekali berniat menghukum Korut.



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru