Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Konflik Negara

Rusia Akan Jadi Penengah Sengketa Antara Arab Saudi - Iran

Admin - Selasa, 05 Januari 2016 15:03 WIB
Rusia Akan Jadi Penengah Sengketa Antara Arab Saudi - Iran
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Rusia siap menjadi perantara untuk menyelesaikan sengketa Arab Saudi dengan Iran, yang mengakibatkan kerajaan itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran menurut sebuah sumber dari Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Rusia siap menjadi perantara di antara Riyadh dengan Teheran," kata sumber itu, tanpa menyebut bentuk kemungkinan peran Moskow dalam menyelesaikan kemelut tersebut.

Sumber lain, yang tak disebutkan namanya dan dikutip kantor berita TASS dan Seperti dilansir melalui laman okezone.com, Selasa (5/1/2016), menyatakan bahwa Moskow siap menjadi tuan rumah bagi Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al Jubeir dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam melakukan pembicaraan.

"Jika mitra kami, Arab Saudi dan Iran, menunjukkan mereka siap dan bersedia, prakarsa kami ada di meja," kata sumber itu.

Pada Minggu 3 Januari 2016, Saudi mengumumkan memutuskan hubungan dengan Iran setelah kedutaannya di Teheran dilempari bom api dalam unjuk rasa atas eksekusi mati ulama Syiah Syaikh Nimr al-Nimr. Pria 57 tahun itu dituduh berada di balik unjuk rasa menentang pemerintah pada 2011 di Saudi Timur, tempat Syiah sejak lama mengeluhkan adanya diskriminasi.

Negara kaya minyak itu juga ikut bersaing dalam perang hampir lima tahun di Suriah, tempat Iran mendukung pemerintah, dan perang di Yaman, tempat sekutu pimpinan Saudi berjuang melawan pemberontak Syiah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjadi tuan rumah bagi Jubeir dan Zarif secara pribadi pada 2015 untuk membicarakan kemelut Suriah saat Moskow mendorong pembentukan persekutuan luas untuk melawan Negara Islam di Suriah.

Pada Senin 4 Januari 2016, Sudan menyatakan memotong hubungan diplomatik dengan Iran, mengikuti jejak sekutu mereka Arab Saudi. "Pemerintah Sudan mengumumkan pemotongan segera hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Sudan.

Kemenlu Sudan menyatakan, keputusan tersebut diambil setelah ‘serangan keji’ ke Kedutaan Saudi di Teheran dan konsulatnya di Mashhad, yang disebut sebagai ‘pelanggaran jelas’ hukum antarbangsa.

Langkah Sudan juga diikuti oleh Bahrain. Sedangkan Uni Emirat Arab (UAE) menurunkan tingkat hubungan dengan Republik Islam tersebut dari hubungan diplomatik menjadi kuasa usaha.



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru