Matatelinga.com, Puluhan ribu warga menghadiri upacara pemakaman pahlawan nasional Hocine Ait-Ahmed. Dia merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Aljazair dari penjajahan Prancis.
Hocine Ait-Ahmed adalah salah satu pemberontak terhadap penjajahan Prancis pada 1954. Pemberontakan tersebut berujung pada perang kemerdekaan selama delapan tahun. Ait-Ahmed sendiri terpaksa mengasingkan diri akibat pemberontakan tersebut. Aljazair akhirnya meraih kemerdekaan pada 5 Juli 1962.
Ait-Ahmed meninggal di usia 89 tahun pada Rabu 30 Desember 2015 di Swiss. Dia merupakan orang terakhir dari sembilan pahlawan kemerdekaan Aljazair yang meninggal dunia. Upacara pemakaman pun diadakan untuk menghormati jasa-jasanya selama hidup.
Seperti dilaporkan BBC dan dikutip laman okezone.com, Sabtu (2/1/2016), meski menjadi pahlawan nasional, pihak keluarga menolak untuk menguburkan jenazahnya bersama pahlawan nasional lainnya. Ait-Ahmed dikebumikan di daerah asalnya Kabyle yang berada di timur Aljazair.
Jenazahnya diusung dan diantarkan oleh puluhan ribu warga ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Sempat terjadi kericuhan saat prosesi karena massa meneriakkan “Aljazair yang bebas dan demokratis” yang merupakan slogan Partai Front Sosialis bentukan Ait-Ahmed.
Selain menjadi pahlawan nasional untuk kemerdekaan, Ait-Ahmed juga menjadi kritikus terdepan terhadap pihak militer yang mengambil alih sistem politik usai merdeka dari Prancis pada 1962. Partai Front Sosialis kini tetap aktif di pemerintahan Aljazair dengan menjadi partai oposisi.
(Fit)