Matatelinga.com, Tidak hanya muncul rilis foto satelit Rusia soal truk-truk minyak dari wilayah ISIS masuk perbatasan Turki, kini datang pengakuan seorang tawanan militan ISIS yang menyingkap soal bagaimana Turki berbisnis minyak dengan ISIS.
Adalah Mahmut Ghazi Tatar, militan ISIS yang berhasil ditangkap dan ditawan kelompok Kurdi di Tal Abaid. Tentu pengakuan Ghazi yang didapatnya dari sang komandan, Abu Talha, jadi tudingan lain soal Turki yang ikut membantu keuangan ISIS dengan berbisnis minyak.
“Truk-truk minyak yang dikirim setiap hari ke Turki, membawa minyak mentah, minyak bakar dan bensin. Sumbar utama pendapatan Daesh (sebutan ISIS) adalah jual-beli minyak dan investasi minyak jangka panjang,” aku Ghazi, seperti dilansir Sputnik dan dikutip laman okezone.com, Rabu (23/12/2015).
“Abu Talha juga bilang bahwa organisasi (ISIS) mendapatkan banyak uang dari bisnis dengan Turki. Dia juga bilang minyak itu dijual lewat perantara sejumlah pengusaha dan pedagang, tapi dia tak menyebut nama. Daesh juga menerima banyak produk dari Turki dan negara-negara Arab,” tambahnya.
Mahmut Ghazi pribadi bergabung dengan ISIS dari sebuah kota di Turki, Adiyaman, beberapa tahun lalu, bersama 27 warga Turki lainnya. Ghazi tertangkap kelompok Kurdi saat Tal Abaid diserang. Sempat berusaha bersembunyi, namun Ghazi tertangkap di sebuah desa dan kini ditawan dengan perlakuan yang manusiawi.
“Orang-orang Kurdi memperlakukan tawanan dengan baik. Memberi makanan, air dan bahkan rokok. Saya sebelumnya tak pernah berpikir bahwa mereka akan memperlakukan saya seperti ini, saya sempat takut disiksa,” imbuh Ghazi.
“Saya pikir, saya akan dibunuh. Tapi ternyata pasukan Kurdi tak mengeksekusi tawanan mereka. Saya pernah mendengar bahwa (militan) Daesh yang ditangkap Pasukan Kurdi, akan dibunuh atau dibiarkan hidup untuk dijadikan obyek pertukaran tawanan,” tandasnya.
(Fit)