Matatelinga.com, Seorang pengebom bunuh diri (martir) yang diyakini militan Taliban Afghanistan dilaporkan meledakkan diri dengan menaiki sepeda motor. Insiden yang terjadi di wilayah patroli dekat Pangkalan Udara Bagram, Kota Kabul, pada Senin 21 Desember, tersebut menewaskan enam tentara Amerika Serikat (AS).
Serangan bom bunuh diri itu terjadi ketika pasukan AS dan Afghanistan berpatroli bersama di dekat Pangkalan Udara Bagram yang merupakan pangkalan militer terbesar di Afghanistan milik AS.
Bom bunuh diri tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan asing di sana sepanjang 2015.
Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Serangan tersebut menandakan situasi keamanan di Afghanistan yang memburuk setelah NATO secara resmi mengakhiri operasi tempurnya di sana.
Menteri Pertahanan (Menhan) AS Ash Carter mengatakan, insiden yang membuat tewasnya enam prajuritnya kali ini merupakan pukulan telak dan menyakitkan bagi Angkatan Darat (AD) AS.
”Dengan penyesalan yang mendalam saya belajar hari ini. Sebanyak enam anggota militer kami tewas di Afghanistan. Ini menjadi pukulan menyakitkan bagi kami,” ujar Menhan Carter melalui pernyataannya, seperti diwartakan Reuters dan dikutip laman okezone.com, Selasa (22/12/2015).
”Serangan kali ini kami jadikan sebagai pengingat yang menyakitkan dari bahaya yang dihadapi pasukan kita setiap harinya di Afghanistan,” sambungnya.
Menhan Carter menambahkan, selain enam tentara AS yang tewas, tiga orang lainnya terluka, termasuk seorang kontraktor Amerika.
(Fit)