TUNIS – Matatelinga, Aksi penembakan brutal terhadap wisatawan lokal dan asing di Museum Bardo di Kota Tunis, Tunisia, menuai banyak kecaman dari para tokoh dunia. Mereka mengutuk keras serangan tersebut dan menyatakan dukungannya bagi upaya pemberantasan terorisme di Tunisia.
Salah satu yang mengecam aksi brutal tersebut adalah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Ban Ki-Moon.
“Ban Ki-Moon menyebut aksi penembakan itu sebagai ‘tindakan yang keji’. Ia mengutuk serangan tersebut, dan sangat menyesal mendengar banyaknya korban yang tewas,” ujar Wakil Juru Bicara Ban Ki-moon, Farhan Haq, seperti dilansir NDTV dan dikutip laman okezone.com, Jumat (20/3/2015).
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott mengatakan, jelas tindakan itu adalah serangan yang dilakukan oleh kelompok ekstremis Islam pada demokrasi di Tunisia.
“Jelas itu adalah serangan oleh kelompok ekstremis pada demokrasi di Tunisia. Saya sangat mengutuk serangan teroris itu, karena warga Australia juga ada yang menjadi korban,” ujar PM Abbott, seperti dilansir ITV.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga Inggris juga dilaporkan menjadi korban tewas. Mendengar hal itu, PM Inggris David Cameron mengucapkan dukanya yang terdalam dan akan mengupayakan segala cara untuk membantu keluarga korban.
“Kami benar-benar mengutuk serangan itu. Kami tidak akan membiarkan teroris merusak demokrasi di manapun,” ujar PM Cameron.
Senada dengan para pemimpin dunia, ibu negara AS, Michelle Obama, turut berduka atas serangan brutal yang terjadi di Museum Tunisia.
“Atas nama saya dan suami saya, saya ingin bergabung dengan semua orang untuk menyampaikan belasungkawa atas peristiwa mengerikan di Tunisia,” ujar Michelle Obama.
Seperti diberitakan, para wisatawan di Museum Bardo, Tunisia, digemparkan dengan aksi penembakan brutal yang dilakukan oleh tiga pria bersenjata. Korban tewas dalam peristiwa itu dilaporkan mencapai 22 orang. Korban terdiri dari 17 wisatawan, satu warga lokal, dua pelaku penembakan, dan seorang polisi.
(Fit)