Minggu, 26 April 2026 WIB

AS Mengirim Kapal Perang ke Mediterania Timur, Setelah Serangan Hamas ke Israel

Redaksi - Senin, 09 Oktober 2023 06:00 WIB
AS Mengirim Kapal Perang ke Mediterania Timur, Setelah Serangan Hamas ke Israel
pixabay
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan pada hari Minggu (7/10/2023, telah memerintahkan kapal-kapal militer Amerika, termasuk sebuah kapal induk dan pesawat tambahan, untuk bergerak lebih
MATATELINGA, Amerika: Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan pada hari Minggu (7/10/2023, telah memerintahkan kapal-kapal militer Amerika, termasuk sebuah kapal induk dan pesawat tambahan, untuk bergerak lebih dekat ke Mediterania timur sebagai tanggapan terhadap serangan multi-front Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.

[asense]

Beberapa warga AS termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional mengkonfirmasi pada hari Minggu setelah pengumuman Austin.


"Hari ini, sebagai tanggapan atas serangan Hamas terhadap Israel, dan setelah diskusi rinci dengan Presiden Biden, saya telah mengarahkan beberapa langkah untuk memperkuat postur Departemen Pertahanan di kawasan guna meningkatkan upaya pencegahan regional," kata Austin dalam siaran persnya.


Kelompok Serangan Kapal Induk USS Gerald R. Ford mencakup kapal induk USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal perang terbesar di dunia, selain kapal penjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Normandy dan empat kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh-Burke. â€" USS Thomas Hudner, USS Ramage, USS Carney dan USS Roosevelt.


USS Gerald R. Ford berada di Mediterania barat ketika menerima perintah untuk dikerahkan. Bergantung pada lokasi tepatnya, ia harus menempuh perjalanan lebih dari seribu mil.


Austin juga mengumumkan langkah-langkah untuk menambah skuadron pesawat tempur Angkatan Udara AS di wilayah tersebut. Pesawat USAF dikirim ke pangkalan di Timur Tengah di mana mereka akan tersedia untuk operasi melawan Iran.

[br]

Amunisi yang akan dikirim oleh AS sedang diterbangkan.

Austin berbicara dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada hari Minggu "untuk menyatakan dukungan bagi rakyat Israel dan menerima informasi terkini mengenai operasi Israel untuk memulihkan keamanan dan keselamatan dari serangan teroris Hamas," sekretaris pers Pentagon Brigjen. Jenderal Pat Ryder mengatakan dalam sebuah pernyataan.


Gallant dan Austin akan "tetap berhubungan dekat dalam beberapa hari dan minggu mendatang," tambah Ryder.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara lagi pada Minggu pagi.


Kedua pemimpin membahas penyanderaan Israel oleh Hamas, dan Biden meyakinkan Netanyahu bahwa bantuan AS untuk Pasukan Pertahanan Israel sedang dalam perjalanan ke Israel, dan bantuan lebih lanjut akan menyusul dalam beberapa hari mendatang.

"Presiden menekankan bahwa tidak ada pembenaran apapun terhadap terorisme, dan semua negara harus bersatu menghadapi kekejaman brutal seperti ini," demikian pernyataan Gedung Putih dalam seruan tersebut.

"Presiden Biden menyampaikan informasi terbaru kepada Perdana Menteri mengenai keterlibatan diplomatik intensif yang dilakukan Amerika Serikat selama 24 jam terakhir untuk mendukung Israel," tambah pernyataan tersebut.

[br]

Austin mengonfirmasi bahwa pengiriman pertama bantuan keamanan AS ke IDF akan mulai dilakukan pada hari Minggu dan tiba dalam beberapa hari mendatang.

"Tim saya dan saya akan terus menjalin kontak erat dengan rekan-rekan Israel kami untuk memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka perlukan untuk melindungi warga negaranya dan mempertahankan diri dari serangan teroris yang keji ini," kata Austin.


Para pejabat Israel mengkonfirmasi Senin pagi bahwa lebih dari 700 warga sipil Israel dan anggota militer telah tewas sejak Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dari Gaza pada Sabtu pagi. 2.150 lainnya terluka.

Banyak warga Israel, baik warga sipil maupun aparat keamanan, yang disandera. Duta Besar Israel Michael Herzog mengatakan dalam acara "Face the Nation" pada hari Minggu bahwa dia mendapat kesan bahwa ada orang Amerika yang disandera, namun dia tidak memiliki rincian lebih lanjut.


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan di acara "Face the Nation" bahwa AS sedang menyelidiki laporan bahwa warga Amerika termasuk di antara mereka yang disandera.

Belum ada rencana serius untuk mengevakuasi warga Amerika, kata para pejabat AS.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Minggu bahwa 370 warga Palestina telah tewas dan 2.200 lainnya terluka.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru