Minggu, 26 April 2026 WIB
terkait 'campur tangan'

Kabar Ada "Campur Tangan" Greenland, Denmark Panggil Diplomat AS

Redaksi - Kamis, 28 Agustus 2025 06:15 WIB
Kabar Ada "Campur Tangan" Greenland, Denmark Panggil Diplomat AS
Pixabay

MATATELINGA, Washington: Pada hari Rabu (27/8/2025) Denmark memanggil kuasa usaha AS, disenyalir adanya laporan upaya campur tangan di Greenland, wilayah otonomi Denmark yang ingin diambil alih oleh Presiden AS Donald Trump.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan pulau yang berlokasi strategis dan kaya sumber daya alam tersebut untuk alasan keamanan, dan menolak untuk mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengamankannya.

Baca Juga:

Setidaknya tiga pejabat AS yang dekat dengan Trump telah terlihat di ibu kota Greenland, Nuuk, sedang mencoba mengidentifikasi orang-orang yang dapat mereka gunakan dalam kampanye pengaruh anti-Denmark, menurut jaringan televisi publik Denmark, DR.

Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada AFP bahwa ia mengetahui adanya "aktor asing" yang menunjukkan minat terhadap posisi Greenland di Denmark.

"Setiap upaya untuk mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan tentu saja tidak dapat diterima," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia telah "meminta Kementerian Luar Negeri untuk memanggil kuasa usaha AS untuk bertemu di Kementerian".

Sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland ingin merdeka dari Denmark, menurut jajak pendapat bulan Januari, tetapi tidak ingin menjadi bagian dari AS.

Baik Denmark maupun Greenland telah berulang kali menegaskan bahwa pulau Arktik itu tidak untuk dijual dan bahwa mereka akan menentukan masa depannya sendiri.

Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan bahwa ia menanggapi masalah ini dengan serius.

Baca Juga:

"Saya mencatat bahwa Amerika belum secara tegas menolak laporan DR hari ini, dan itu tentu saja serius," ujarnya kepada televisi Denmark.

The Wall Street Journal melaporkan pada bulan Mei bahwa badan intelijen AS telah diperintahkan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang gerakan kemerdekaan Greenland dan opini tentang eksploitasi sumber daya oleh Amerika.

Menurut surat kabar tersebut, badan intelijen telah diminta untuk mengidentifikasi orang-orang di Greenland dan Denmark yang mendukung tujuan AS.

Frederiksen bereaksi dengan marah terhadap laporan tersebut saat itu, dengan mengatakan: "Anda tidak bisa memata-matai sekutu."

Seperti Amerika Serikat, Denmark adalah anggota pendiri NATO dan baru-baru ini bertempur bersama Amerika dalam perang di Afghanistan dan Irak.

- Menabur Perselisihan -

Menurut laporan DR pada hari Rabu, para pejabat AS berusaha mengumpulkan informasi tentang isu-isu yang telah menciptakan ketegangan antara Greenland dan Denmark -- yang dapat digunakan untuk menggambarkan Denmark dalam citra buruk.

Ini termasuk pemindahan paksa anak-anak Inuit Greenland dari keluarga mereka oleh Denmark, serta kontrasepsi paksa yang dilakukan terhadap setidaknya setengah dari seluruh perempuan Inuit yang subur dari tahun 1960-an hingga 1992.

Pada hari Rabu, Frederiksen menyampaikan permintaan maaf yang telah lama ditunggu-tunggu kepada 4.500 perempuan Inuit yang terpaksa menggunakan alat kontrasepsi spiral -- atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) -- tanpa persetujuan mereka atau keluarga mereka.

"Kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi. Namun, kita dapat bertanggung jawab. Oleh karena itu, atas nama Denmark, saya ingin menyampaikan: Saya mohon maaf," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

- Provokasi AS -

Pada bulan Maret, Wakil Presiden AS JD Vance melakukan kunjungan tak diundang ke Greenland yang secara luas dianggap sebagai provokasi baik di pulau itu maupun di Kopenhagen.

Awalnya, ia dijadwalkan mengunjungi beberapa kota, tetapi setelah reaksi keras di seluruh Eropa, ia mempersingkat rencana kunjungannya menjadi kunjungan satu hari ke pangkalan militer AS di Pituffik.

Dalam pidatonya di sana, Vance mengecam Denmark karena tidak "melakukan pekerjaan yang baik bagi rakyat Greenland", menuduhnya telah mengabaikan keamanan.

Pangkalan Pituffik merupakan bagian penting dari infrastruktur pertahanan rudal Washington, dengan lokasinya yang berada di rute terpendek bagi rudal yang ditembakkan dari Rusia ke Amerika Serikat.

Arktik telah memperoleh kepentingan geostrategis seiring memanasnya persaingan untuk mendapatkan tanah jarang dan mencairnya es akibat pemanasan global membuka rute pelayaran baru.

Kopenhagen pada bulan Januari mengumumkan rencana senilai $2 miliar untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Arktik.

Menjelang pemilihan umum Greenland pada 11 Maret, dinas intelijen Denmark menyatakan kekhawatirannya tentang kemungkinan campur tangan asing, terutama dari Rusia, tetapi menyatakan tidak ada upaya yang pernah terdeteksi.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Perdana Menteri Greenland Mengecam Kunjungan Pejabat AS
 
Komentar
 
Berita Terbaru