MATATELINGA : Dalam insiden tabrakan kereta api yang terjadi di negara bagian Odisha timur India. Setidaknya 207 orang sekarang diketahui telah tewas dan 900 lainnya alami cedera, kata para pejabat.
Menteri Dalam Negeri Amit Shah menyebut insiden itu "sangat menyiksa".
Seorang pria yang selamat mengatakan bahwa "10 sampai 15 orang menimpa saya ketika kecelakaan itu terjadi dan semuanya menjadi kacau. Saya berada di dasar tumpukan.”
Baca Juga:Buka Konsultasi Publik Tata Ruang Mebidangro, Sekdaprov Sumut Tidak Ingin Hasilnya Hanya Sebatas Dokumen Peraturan
"Saya terluka di tangan saya dan juga bagian belakang leher saya. Ketika saya keluar dari bogie kereta, saya melihat seseorang kehilangan tangan, seseorang kehilangan kaki, sementara wajah seseorang berubah bentuk," kata korban seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (03/06/2023).
Dipercayai beberapa gerbong dari Shalimar-Chennai Coromandel Express tergelincir sekitar pukul 19.00 waktu setempat, dengan beberapa di antaranya berakhir di jalur yang berlawanan.
Kereta lain - Howrah Superfast Express yang melakukan perjalanan dari Yesvantpur ke Howrah - kemudian diperkirakan menabrak gerbong yang terbalik.
Pejabat India mengatakan, kereta barang - yang sedang berhenti di lokasi - juga terlibat dalam insiden tersebut. Namun, mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Beberapa penumpang yang selamat terlihat bergegas untuk membantu menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan.
Perusahaan bus lokal juga membantu mengangkut penumpang yang terluka.
Lebih dari 200 ambulans dikirim ke tempat kejadian di Distrik Balasore, kata Kepala Sekretaris Odisha Pradeep Jena, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (03/06/2023).
[br]
Satu kereta penumpang diperkirakan tergelincir sebelum ditabrak oleh yang lain di jalur yang berdekatan pada Jumat (02/06/2023) malam.
Ini adalah kecelakaan kereta terburuk di India abad ini. Para pejabat mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan terus meningkat.
Indian Railways mengatakan dua layanan yang terlibat adalah Coromandel Express dan Howrah Superfast Express.
Direktur Jenderal Pemadam Kebakaran di Odisha, Sudhanshu Sarangi, mengatakan sejauh ini 207 jenazah telah ditemukan.
Jena mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari 100 dokter tambahan telah dikerahkan.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dia tertekan dengan insiden itu dan pikirannya tertuju pada keluarga yang berduka.
"Operasi penyelamatan sedang berlangsung di lokasi kecelakaan dan semua bantuan yang mungkin diberikan kepada mereka yang terkena dampak," cuitnya.